KABAR MADURA | Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura kembali menorehkan prestasi membanggakan. Melalui rangkaian uji coba alat inovatif yang dilakukan di lingkungan kampus, mahasiswa UNIBA berhasil mengembangkan teknologi pendeteksi gempa yang digadang-gadang menjadi salah satu karya unggulan kampus berbasis riset dan teknologi.
Dalam dokumentasi kegiatan yang diunggah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNIBA Madura, tampak para mahasiswa melakukan serangkaian pengujian alat bersama dosen pembimbing di sebuah ruang pelayanan publik. Perangkat tersebut diuji dari berbagai aspek, mulai dari stabilitas sensor, respons getaran, hingga mekanisme alarm peringatan dini.
Ketua BEM UNIBA Madura Rofiqul Mukhlisin menyampaikan bahwa inovasi ini lahir dari semangat mahasiswa untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, terutama dalam mitigasi bencana.
“Alat pendeteksi gempa ini adalah salah satu bukti bahwa mahasiswa UNIBA Madura mampu menghasilkan karya yang tidak hanya kreatif, tetapi juga sangat fungsional bagi masyarakat. Kami bangga karena ini menunjukkan bahwa UNIBA siap bersaing dalam pengembangan teknologi,” ujarnya.
Rofiqul menjelaskan bahwa BEM UNIBA Madura melalui kabinet Wijaya Cakra berkomitmen mendukung penuh setiap karya inovatif mahasiswa, baik berupa teknologi, penelitian, maupun program sosial.
“Kami tidak ingin inovasi mahasiswa berhenti di meja laboratorium. Kami dorong terus untuk diuji, dikembangkan, dan jika memungkinkan, diterapkan langsung di masyarakat,” tambahnya.
Menurutnya, karya pendeteksi gempa ini merupakan langkah awal menuju lahirnya lebih banyak inovasi teknologi dari lingkungan kampus UNIBA Madura.
Kegiatan uji coba tersebut juga menjadi ruang belajar kolaboratif bagi mahasiswa lintas program studi. Mereka terlibat dalam analisis data, pengujian sensor, hingga pemantapan desain alat agar mudah digunakan di lapangan. (ara/waw)






