KABARMADURS.ID | Setiap organisasi kemasyarakatan (ormas) kerap kali menjadi objek empuk sebagai sasaran kepentingan politik, terlebih di tahun-tahun politik. Sebab itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumenep melakukan upaya agar tetap dalam koridornya dalam membimbing dan membina umat Islam di Indonesia. Salah satunya dengan cara turun ke bawah (turba).
MOH. RAZIN, SUMENEP
Turba ke kecamatan-kecamatan yang dilakukan MUI Kabupaten Sumenep itu, selain memang untuk tujuan membimbing dan membina umat Islam di Kota Keris, juga dalam rangka meningkatkan ukhuwah antara ulama dan umara.
“Antara ulama dan umara harus saling silaturahmi serta ukhuwah islamiyah agar tetap terjaga,” kata Sekretaris MUI Sumenep Musthafa.
Selain itu, kata dia, turba yang dilakukan MUI Kabupaten Sumenep merupakan konsolidasi organisasi serta pengukuhan pengurus MUI kecamatan yang masa khidmatnya telah berakhir.
Menurutnya, pembaharuan pengurus itu diperlukan dalam peningkatan kinerja MUI di kecamatan-kecamatan. “Kami melakukan turba sekaligus konsolidasi organisasi agar MUI tetap berkhidmat kepada masyarakat dan tetap bermitra dengan pemerintah,” terangnya.
Kemudian, kata Mustafa, memasuki tahun politik, maka MUI perlu memberikan pemahaman serta berkomitmen untuk menjadi perekat di tengah-tengah perbedaan pandangan dan pilihan antar masyarakat.
“Tahun ini kita memasuki tahun politik, jadi, MUI, camat serta KUA agar bagaimana menjadi figur pemersatu dan teladan bagi masyarakat,” ungkapnya.
Dia berharap, MUI di setiap kecamatan mampu membendung hal yang tidak baik yang berpotensi memecah belah persaudaraan. Maka, peran penting tokoh agama, para kiai, menjadi penyejuk.
“Para kiai, tokoh agama, dapat menjadi penyejuk bagi masyarakat utamanya dalam menghadapi pesta demokrasi di 2024 mendatang. Dengan harapan, masyarakat tetap aman, tentram dan damai. Mari kita jaga bersama-sama,” pungkasnya.
Redaktur: Moh. Hasanuddin





