Mengenal Hendra WCP, Suporter Militan yang Jadi Asisten Manajer Madura United

Harmoni837 views

KABAR MADURA | Menikmati takdir hidup adalah salah satu cara mensyukuri kehidupan. Namun, bukan berarti harus stagnan dalam satu fase. Setiap individu harus tetap bergerak maju untuk kehidupan lebih baik. Keteguhan itu melekat dalam diri Hendra Widodo Cahyono Putra (WCP), Asisten Manajer Madura United. Perjalanan karirnya di dunia sepak bola perlahan berubah saat dia memutuskan mengikuti lomba fotografi yang diadakan oleh Persepam Madura United. 

SAFIRA NUR LAILY, PAMEKASAN

Jauh sebelum menjadi asisten Manajer Madura United seperti saat ini, Hendra adalah suporter militan Madura United dan guru honorer. Perjalanan karirnya berubah saat dia dinyatakan menjadi pemenang dalam lomba fotografi yang diadakan Persepam Madura United. Sejak itu, pria kelahiran tahun 1993 itu konsisten mengirimkan hasil jepretan fotonya ke pemain, manajemen, media, dan lainnya. Hal itu mendapatkan respon positif dari internal manajemen Madura United. 

Baca Juga:  Jaga Fokus di Tengah Tren Positif, Madura United Belum Aman dari Degradasi

Basic-nya memang hobi fotografi dan kebetulan pemain bola lokalan juga. Sejak ngirim-ngirim foto itu, dipanggil sama Prof. AQ ditawari bergabung ke Madura United,” ungkap Hendra, Minggu (6/7/2026). 

Tahun 2016, pria yang beralamat di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan itu resmi menjadi fotografer Madura United. Kemudian, pada tahun 2021 hingga sekarang, Hendra dipercaya menjadi asisten manajer Madura United. Menurutnya, perjalanan karir yang dia jalani itu tidak pernah dipikirkan sebelumnya. 

“Sebelum dipercaya jadi asisten manajer, juga pernah jadi MO (media officer), kurang lebih satu tahun,” terangnya kepada Kabar Madura. 

Hendra mengaku, menjadi bagian dari Madura United adalah kebanggaan tersendiri baginya. Sebab, memiliki kesempatan mengeksplorasi potensi yang dimiliki dan berinteraksi lebih luas dengan pihak lain, mulai dari pemain hingga manajemen dari klub lain. Menurutnya, kesempatan tersebut tidak bisa didapatkan di tempat lain. 

“Tidak ada kendala yang cukup signifikan, karena semua lini di sini saling bekerja sama, sesuai dengan tagline POJUR; Kepedulian, Kebersamaan, Kedisiplinan,” tutur bapak dua anak itu saat ditanya soal kendala yang dihadapi sejauh ini. (zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar