KABAR MADURA | Status perempuan tidak menjadi batasan untuk terus berkarya dan berprestasi. Serta tidak dipengaruhi oleh latar belakang dan status sosial. Itu yang saat ini tergambar pada sosok peraih gelar Miss Jawa Timur 2024, Nadia Sheren Maulina.
SUMENEP, MOH RAZIN
Perempuan kelahiran Sumenep itu berhasil menorehkan prestasi yang gemilang di ajang Miss Jawa Timur 2024. Terpilih menjadi pemenang di saat belum memiliki banyak pengalaman, terutama di dunia modelling. Sheren mantap mengikuti kompetisi itu hanya berbekal mental yang kuat.
“Ajang ini menampilkan kecakapan dan intelektualitas, utamanya dalam menggaungkan isu keperempuanan,” ujarnya kepada Kabar Madura, Selasa (7/1/2025).
Sheren tidak menyangka bisa keluar menjadi pemenang. Namun, semuanya perlahan berubah menjadi nyata apabila kita berani melangkah, berjuang, dan berkorban. Dia bercerita, sejak awal mengikuti audisi, Sheren memahami bahwa hal itu bukanlah perjuangan yang mudah. Akan tetapi, ia meyakini bahwa usaha yang serius tidak akan menghianati hasil.
Selain itu, dia mengaku bangga bisa menunjukkan bahwa materi tidak selamanya bisa menjadi penentu keberhasilan. Menurutnya, usaha dan doa merupakan modal utama dari sebuah perjuangan.
“Kami ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada keluarga, rekan, dan kolega yang telah berjuang bersama dan mendukung hingga akhir,” tambahnya.
Sheren mengungkapkan, kemenangan yang diraih bukan miliknya seorang, tetapi juga milik teman-teman, kolega dan tentunya Sumenep tercinta. Ia mengaku bahwa tidak akan bisa mencapai kesuksesan ini tanpa tangan-tangan orang yang telah membantu, membersamai, dan selalu memberikan dukungan.
Harapannya kemenangan itu tidak hanya menjadi sebuah unjuk prestasi, melainkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi para perempuan lain untuk berani melangkah dan mengambil risiko. Capaian itu sebagai motivasi dan pemahaman agar sadar bahwa kecantikan bukan segalanya dalam hidup. Perempuan perlu juga untuk menghiasi dirinya dengan ilmu pengetahuan dan mengasah kecerdasan serta intelektualitasnya.
“Kecantikan hanyalah sementara dan bisa saja hanya menjadi malapetaka. Tetapi kecerdasan, keberanian, dan intelektualitas seorang perempuan bisa merubah segalanya,” papar Sheren. (zul)





