Menuju SPMB 2026/2027, Disdikbud Pamekasan Minta Sekolah Matangkan Persiapan

KABAR MADURA | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan mulai mengambil langkah proaktif menjelang pelaksanaan penerimaan peserta didik baru. Salah satunya dengan menggelar Sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk Jenjang Sekolah Dasar (SD) Tahun Ajaran 2026/2027.

Kegiatan sosialisasi ini ditujukan agar seluruh satuan pendidikan, khususnya para kepala sekolah, dapat melakukan persiapan lebih awal sebelum proses pendaftaran resmi dibuka. Rencananya, pendaftaran akan dimulai pada bulan Juni mendatang.

Kepala Disdikbud Pamekasan Basri Yulianto menjelaskan, sosialisasi itu tidak hanya sebagai penyampaian informasi, tetapi juga menjadi ruang evaluasi untuk meminimalisir kendala teknis yang kerap muncul pada pelaksanaan SPMB di tahun-tahun sebelumnya.

“Tujuannya agar para kepala sekolah di jenjang SD mempersiapkan diri mulai sekarang,” ujarnya.

Pelaksanaan SPMB tahun ini tetap mengacu pada regulasi pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Kata Basri, aturan tersebut mencakup ketentuan jumlah rombongan belajar (rombel) serta kuota penerimaan siswa di masing-masing sekolah.

“Kami tidak membuat kebijakan baru, melainkan menjalankan amanah regulasi dari atas. Perbedaan tiap tahun biasanya hanya terletak pada jumlah proyeksi murid yang akan diterima,” tambahnya.

Dalam upaya memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan berkeadilan, Disdikbud Pamekasan tetap menekankan kepatuhan pada sistem zonasi. Sistem ini dinilai penting untuk mengatur persebaran siswa agar bersekolah di wilayah terdekat dengan tempat tinggalnya.

“Zonasi ini penting agar distribusi siswa merata. Misalnya, anak dari wilayah Tlanakan atau Branta, ya zonasinya di sana, tidak mungkin lompat mendaftar ke wilayah Pasean. Jika tidak diatur, pendaftaran akan melompat-lompat dan tidak tertata,” jelasnya.

Basri juga menyoroti fenomena sekolah favorit yang masih menjadi incaran utama para orang tua. Menurutnya, hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi setiap lembaga pendidikan untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas.

Baca Juga:  Antisipasi Konflik Berlarut, SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan Siapkan Lokasi KBM Alternatif

Dia mendorong seluruh sekolah agar terus berinovasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta mengukir prestasi guna menarik minat masyarakat.

“Oleh karena itu, bagi sekolah yang mungkin dulunya kurang diminati, sekarang dituntut untuk meningkatkan prestasi. Itulah cara utama agar sekolah bisa menarik minat calon murid baru,” tukasnya.

Sekadar diketahui, pelaksanaan sosialisasi SPMB dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama digelar pada Selasa, 7 April 2026, yang diikuti oleh Kecamatan Batumarmar, Waru, Pasean, Galis, Pakong, dan Pegantenan. Sedangkan tahap kedua dilaksanakan pada Rabu, 8 April 2026, untuk Kecamatan Pamekasan, Pademawu, Tlanakan, Proppo, Kadur, dan Palengaan.

Peserta dalam kegiatan sosialisasi ini terdiri dari Koordinator Wilayah (Korwil) Pembinaan dan Pengembangan Pendidikan dan Kebudayaan se-Kabupaten Pamekasan, pengawas SD se-Kabupaten Pamekasan, kepala sekolah SD, serta perwakilan gugus dari seluruh wilayah di Kabupaten Pamekasan. (km96/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *