KABAR MADURA | Menjelang gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025, sejumlah atlet di Sumenep terpaksa harus berlatih ke luar daerah. Pasalnya, fasilitas olahraga yang ada dinilai kurang layak untuk digunakan.
Wakil Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumenep Abdul Kadir Al Mahdali mengatakan, minimnya sarana dan prasarana atau sarpras olahraga menjadi kendala utama dalam pengembangan potensi atlet. Sehingga terdapat beberapa cabang olahraga atau cabor yang sangat terdampak, seperti cabor renang dan atletik.
“Hingga saat ini belum memiliki kolam renang standar yang memadai untuk latihan, serta lintasan lari yang sesuai dengan kebutuhan pelatihan profesional,” ujarnya, Selasa (22/4/2025).
Akibat dari itu, para atlet terpaksa harus ke luar daerah untuk menjalani latihan rutin, seperti ke Pamekasan atau bahkan ke Surabaya. Padahal, menurutnya, Kabupaten Sumenep memiliki atlet potensial, tapi minim sarpras pendukungnya. Seharusnya, pemerintah daerah lebih serius dalam menyediakan infrastruktur olahraga.
“Jangan hanya bangga saat ada atlet yang berprestasi, tapi tidak memberikan dukungan nyata,” tegasnya.
Abdul Kadir menyebut, fasilitas yang tidak memadai ini juga berdampak pada semangat para atlet muda. Banyak di antara mereka yang akhirnya memilih berhenti karena kesulitan akses latihan. Hal ini tentu menjadi ancaman bagi regenerasi atlet di Sumenep.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep Mohammad Iksan hanya menanggapi datar. Bahkan, kata Iksan, kemungkinan besar pembangunan sport center yang sudah direncanakan terancam batal.
“Membangun sport center itu tidak cukup Rp10 miliar, maka rencana itu kemungkinan tidak akan tercapai,” tuturnya. (ara/zul)





