Mudahkan Akses Listrik Lahan Pertanian, PTI Bangun Kerja Sama dengan PLN

Berita42 views

KABAR MADURA | Momentum peringatan Hari Tani Nasional 2025 dimanfaatkan Dewan Pengurus Cabang Pemuda Tani Indonesia (DPC PTI) Pamekasan untuk menjalin kerja sama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Pamekasan. Kolaborasi ini difokuskan pada upaya mempermudah akses listrik bagi lahan pertanian.

Ketua DPC PTI Pamekasan Noer Kholis mengungkapkan, masih banyak petani yang menggunakan kabel listrik dari rumah untuk kebutuhan irigasi. Kondisi itu dinilai tidak aman sekaligus membuat biaya operasional lebih tinggi.

“Untuk momentum Hari Tani Nasional tahun ini, kami berkolaborasi dengan PLN Pamekasan melakukan sosialisasi pemasangan listrik khusus pertanian. PLN menyediakan programnya. Ini pertama kalinya kami melakukan MoU dengan PLN,” paparnya, Rabu (24/9/2025).

Kholis menambahkan, kerja sama dengan PLN sangat penting karena tarif listrik pertanian jauh lebih murah dibandingkan penggunaan listrik rumah tangga.

Baca Juga:  Bahasa Madura Diusulkan Jadi Prodi Resmi, Mendikdasmen Beri Sinyal Dukungan

“Dengan tarif khusus pertanian, petani bisa lebih mudah dalam mengelola perairan, sehingga dapat menunjang kemajuan sektor pertanian di Pamekasan,” tambahnya.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Manajer PLN ULP Pamekasan Agus Riyadi mengatakan, penyediaan listrik untuk kebutuhan pertanian merupakan bagian dari program pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan.

“Kami siap mensupport peralihan dari sibel diesel ke sibel listrik. PLN akan membantu perluasan jaringan, pemasangan baru, perbaikan tegangan di lokasi, hingga jaringan yang mengaliri listrik di sumur-sumur tengah sawah,” jelasnya.

Menurut Agus, proses pengajuan sangat mudah. Petani cukup mengajukan permohonan pemasangan baru khusus pengairan ke PLN. Tidak ada pembatasan daya, bahkan bila dibutuhkan trafo khusus pun akan dilayani.

Baca Juga:  Prof AQ Dorong Pembangunan Tol Madura untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi

“Kalau memang untuk sibel ya gunakan untuk sibel. Jangan menggunakan listrik rumah tangga atau menyambung langsung dari tiang, karena berbahaya dan tarifnya justru lebih mahal,” tambahnya.

Agus juga menjelaskan, PLN memiliki lima kategori tarif, yaitu rumah tangga, sosial, bisnis, industri, dan pemerintahan. Untuk kebutuhan pertanian, petani akan mendapatkan tarif bisnis yang lebih efisien sekaligus aman.

“Kami harap petani bisa memanfaatkan program ini agar lebih hemat, aman, dan produktif. Jangan sampai mengambil listrik secara ilegal atau menarik kabel dari rumah, karena selain berbahaya juga merugikan,” pungkasnya. (rul/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *