Oknum Polres Pamekasan dan Tentara Diduga Bekingi Hotel Fasilitasi PSK, Begini Tanggapan Dandim 0826

News169 views

KABAR MADURA | Di Kabupaten Pamekasan, ada salah satu hotel yang dikenal sebagai “surganya” pekerja seks komersial (PSK), yang tak jera dari razia Satpol PP setempat.

Hotel tersebut berani “merawat” PSK karena diduga dapat bekingan kuat dari oknum Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan dan tentara.

Fakta yang mencederai Perda Gerbang Salam (Gerakan Pembangunan Masyarakat Islami) tersebut, mencuat dalam acara Ngopi Bareng dan Silaturahmi bersama Mitra Kodim 0826, Selasa (30/7/2024).

“Siapa oknumnya, nanti sampaikan secara khusus kepada saya. Pasti saya tindak tegas,” ujar Dandim 0826 Pamekasan Letkol Inf Herik Prasetiawan.

Tentara yang akrab disapa Dandim Erik itu menyatakan, dirinya tidak setuju bila ada bekingan negatif yang muaranya dapat merugikan Kabupaten Pamekasan.

“Saya bekerja tidak dengan tendensi; tidak untuk tenar atau karir mentereng. Tidak ada niatan apa pun selain ingin memberikan yang terbaik,” tegasnya.

Baca Juga:  Jaringan Pencuri Emas Lintas Provinsi Diringkus, Polres Pamekasan Kejar Pelaku hingga ke NTB

Atas hal itu, Dandim Erik mengaku tidak pernah lesu dalam memberikan masukan ke Pemkab Pamekasan, guna melayani masyarakat seikhlas mungkin.

Bila memang Pamekasan jadi sarangnya PSK, Dandim Erik memberikan kiat sederhana tetapi ampuh dalam membentengi diri dari maksiat.

“Yaitu selalu setia pada anak dan istri. Itu bisa jadi kontrol kita,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Dandim Erik juga mendapatkan pertanyaan berkenaan dengan RUU TNI yang jadi polemik di masyarakat. Sebab, masyarakat merasa itu memunculkan spirit Dwifungsi ABRI di masa Orde Baru.

Para wartawan di acara tersebut berpandangan, Dwifungsi memungkinkan selain membentengi keamanan negara, tentara juga akan memegang kekuasaan dan mengatur negara.

Baca Juga:  Polres Pamekasan Amankan Warga Kota Malang, Terduga Pelaku Curanmor yang Ditangkap Warga di Pademawu

Dandim Erik menanggapi serius dengan menyatakan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tindakan represif oknum tentara di masa Orde Baru dipastikan tidak akan terulang lagi. Apalagi masyarakat sekarang sudah cerdas semua.

“Kekuasaan yang dipegang tentara, apanya yang perlu dikhawatirkan? Sejauh ini, tentara sudah membantu negara lewat ketahanan pangan dan aksi pengabdian lainnya,” kata Dandim Erik.

Dijelaskan, tugas utama tentara tetap mencakup operasi militer perang dan non-perang.

“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan RUU TNI. Kita sudah terbiasa kerja ikhlas tanpa tendensi apa pun. Kalau sudah ikhlas, semua pasti berjalan dengan baik,” tukasnya.

Pewarta: Khoyrul Umam Syarif

Redaktur: Wawan A Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *