KABAR MADURA | Selama pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2025 yang berlangsung pada 14–27 Juli 2025, Polres Sumenep tidak menindak tegas para pelanggar, mayoritas hanya melakukan teguran.
Kapolres Sumenep AKBP Rivanda menyampaikan, dari data yang dirilis menunjukkan sebanyak 8.216 teguran dilayangkan kepada pengguna jalan yang melanggar aturan lalu lintas.
Sementara itu, tilang manual hanya dijatuhkan kepada 791 pelanggar, atau tidak sampai 10 persen dari total pelanggaran yang tercatat.
“Kami mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis,” ujarnya.
Angka tersebut menegaskan bahwa selama dua pekan operasi digelar, lebih dari 90 persen pelanggaran hanya lewat teguran. Secara detail, dia mengurai jumlah teguran meningkat tajam hingga 141 persen, sedangkan tilang manual turun 43 persen.
Rivanda menambahkan, meskipun jumlah patroli berkurang, efektivitasnya justru meningkat. Artinya masyarakat lebih menaati peraturan berlalu lintas.
“Kami mengedepankan strategi persuasif, namun tetap tegas. Hasilnya, situasi lalu lintas selama operasi relatif aman dan terkendali,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, data operasi patuh Semeru 2025, kecelakaan turun 72 persen dari 18 kasus (2024) menjadi 5 kasus (2025).Korban meninggal kosong (turun dari 1 orang). Korban luka ringan: 6 orang (turun 80 persen dari 30 orang). (ara/waw)





