Rektor UIN Madura Singgung Transformasi Institut ke Universitas di ICONIS 2025

Pendidikan138 views

KABAR MADURA | International Conference of Islamic Studies (ICONIS) 2025 secara resmi dibuka di Ballroom Lantai 4 Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, Rabu (30/7/2025).

Konferensi internasional yang prestisius ini mengusung tema “Islam, Culture and STEM: Change and Sustainability in Disruptive Era,” mempertemukan para akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai belahan dunia untuk mendiskusikan integrasi keilmuan Islam dengan bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) serta budaya di tengah era disrupsi.

Rektor UIN Madura Prof. Dr. Saiful Hadi, dalam sambutannya menyampaikan kebanggaannya atas terselenggaranya ICONIS 2025.

“Kami sedang bertransformasi dari IAIN Madura menjadi UIN Madura, dan kami memiliki tagline untuk mengintegrasikan keilmuan Islam dan sains,” ujar Prof. Saiful Hadi. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara nilai-nilai Islam, kemajuan ilmiah, dan kekayaan budaya untuk menghadapi tantangan zaman.

Baca Juga:  Kiai, Kades, dan Pengusaha Bangun Sinergi Lewat Macapat-Samman

Senada dengan rektor, Ketua Panitia ICONIS 2025, Agung Bachtiar, turut merekomendasikan integrasi keilmuan Islam berbasis STEM dan budaya.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Melalui ICONIS 2025, kami berharap dapat menghasilkan rekomendasi konkret untuk pengembangan pendidikan dan penelitian yang holistik, yang tidak hanya mengedepankan aspek keagamaan, tetapi juga adaptif terhadap kemajuan sains dan teknologi, serta tetap melestarikan nilai-nilai budaya,” jelas Dr. Agung.

Konferensi ini menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten yang pakar di bidangnya, antara lain Prof. Sumanto Alqurtuby, dari satya wacana Christian University & Kyoto University seorang akademisi terkemuka dalam studi Islam; Prof. Novel Anak Lyndon, dari Universiti Kebangsaan Malaysia seorang ahli yang akan memberikan perspektif internasional; dan Dr. Myra Mentari Abubakar, dari National University Of Singapore seorang peneliti inovatif. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkaya diskusi dan memberikan wawasan baru bagi para peserta.

Baca Juga:  Bupati Pamekasan Minta Program Daerah Tak Tumpang Tindih dan Lebih Tepat Sasaran

Peserta ICONIS tahun 2025 ini berasal dari berbagai negara, termasuk Jerman, Pakistan, Bangladesh, dan India, menunjukkan cakupan internasional dan relevansi tema yang diangkat. ICONIS 2025 diharapkan dapat menjadi platform strategis untuk pertukaran ide, kolaborasi penelitian, dan perumusan solusi inovatif dalam membangun masyarakat yang lebih maju dan berkelanjutan. (rul/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *