KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Keberadaan guru Sekolah Luar Biasa (SLB) di Pamekasan terbilang minim. Saat ini, hanya ada sekitar seratus lebih guru yang melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM). Hal itu diungkapkan oleh Kasi SMA dan Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Pamekasan Purwati, Selasa (28/22/2023).
Menurut Purwati, idealnya satu guru mendidik lima siswa. Karena memang dibutuhkan pembelajaran yang ekstra dalam mendidik siswa penyandang disabilitas. Namun, realisasinya di Pamekasan satu guru bisa mendidik lebih dari lima murid, tergantung jumlah tipe pada pembelajarannya.
“Masing-masing tipe memiliki spesifikasi tersendiri, seperti tipe A tergolong tidak bisa melihat, tipe B macam-macam. Semua tipe itu memiliki sistem pembelajaran yang berbeda,” jelasnya kepada Kabar Madura.
Dia menjelaskan, meski terbilang minim, pihaknya tidak bisa melakukan perekrutan guru SLB. Sebab hal itu bergantung pada kemampuan keuangan dari masing-masing sekolah untuk swasta dan harus ada yang pensiun sebelumnya untuk sekolah negeri. Diketahui, terdapat enam SLB di Pamekasan, rinciannya lima swasta dan satu negeri.
Selain tidak bisa melakukan rekrutmen guru, pihaknya juga tidak bisa mengadakan pembinaan khusus guru SLB, lantaran keterbatasan anggaran. Selama ini, pembinaan hanya dilakukan dari provinsi. Itupun kuotanya terbatas dan ditentukan langsung oleh pihak provinsi. Kendati demikian, dia menegaskan, kompetensi guru terbilang sangat memadai dalam mendidik siswa disabilitas tersebut.
“Kalau dikatakan kurang, memang kurang. Tapi karena kurikulum yang diterapkan adalah kurikulum merdeka, jadi cukup efektif. Yang dikedepankan itu adalah kreativitas siswa dalam segala hal, seperti menjahit, menyulam, dan lainnya,” ungkap Pur.
Pewarta: Safira Nur Laily
Redaktur: Sule Sulaiman





