KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan berencana akan melakukan pelebaran Jalan Mesigit tahun ini. Kini rencana tersebut menuai desakan dari DPRD Pamekasan. Mereka meminta perencanaan pelebaran Jalan Mesigit itu tersusun rapi.
Wakil Ketua DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, pelebaran Jalan Mesigit tidak boleh asal-asalan. Sebab lokasinya berada di area Monumen Arek Lancor, dimana menjadi salah satu tempat tujuan setiap orang yang berkunjung ke Pamekasan.
Harun menegaskan, pelebaran yang akan dilakukan harus mempertimbangkan asas kemanfaatan, khususnya kepada masyarakat secara umum. Dia juga meminta memperhatikan fasilitas umum yang akan terkena dampak dari pelebaran jalan tersebut, sebab pembangunannya tidak hanya akan dilakukan dalam jangka pendek.
“Jadi harus membuat perencanaan yang matang, jangan sampai ini mengganggu master plan pembangunan yang lain,” jelasnya, Selasa (30/1/2024).
Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, pelebaran Jalan Mesigit ini secara otomatis akan memakan bahu jalan. Hal itu mengakibatkan harus membuat bahu jalan baru yang akan mempersempit area Monumen Arek Lancor. Maka dari itu, diperlukan kajian perencanaan yang komprehensif, karena sama-sama untuk kepentingan umum.
“Jadi tidak boleh menabrak tata ruang, karena sudah diatur dari hulu sampai hilir. Jadi dalam perencanaannya tidak menimbulkan dampak yang lain,” tegasnya.
Lebih lanjut, Harun mengutarakan, hal penting yang juga perlu dimasukan dalam perencanaan pelebaran tersebut, yaitu rekayasa lalu lintas di depan Masjid Asy-Syuhada.
“Kami minta pembangunan ini bisa terjadi kesinambungan dengan pembangunan lainnya, karena alun-alun selalu dicari oleh banyak orang ketika berkunjung ke Pamekasan,” imbuhnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan Amin Jabir mengatakan, pelebaran Jalan Mesigit dianggarkan Rp2,5 miliar yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2024. Pihaknya memastikan pelebaran jalan itu akan tuntas tahun ini.
Pewarta: Khoyrul Umam Syarif
Redaktur: Sule Sulaiman





