Pemdes Waru Barat Targetkan Tema di Masing-masing Dusun

News157 views

KABARMADURA.ID | PAMEKASANPemerintah Desa (Pemdes) Waru Barat menargetkan masing-masing dusun harus memiliki tema atau produk yang berbeda. Hal itu sebagai upaya dalam mendorong kemajuan ekonomi di desanya.

Kepala Desa (kades) Waru Barat, Abdussalam Ramli mengatakan, sejauh ini, masih fokus melakukan pembinaan di 3 dusun yakni, dusun Gunung Timur, dusun Gunung Barat, dan dusun Duwak Raja. Ketiganya memiliki tema atau produk yang berbeda, yaitu songkok, sandal, dan sentra perikanan. Pembinaan itu dianggarkan 150 juta untuk tiga dusun tersebut.

“Targetnya di 2026 nanti, 11 dusun di sini sudah memiliki tema atau produk masing-masing. Sekarang, kami masih fokus pada 3 dusun dengan anggaran dana desa sebesar Rp150 juta,” terangnya kepada Kabar Madura.

Selain harus menentukan masing-masing tema di setiap dusun, dirinya juga membangun convention hall yang dikhususkan untuk acara kebudayaan, keolahragaan, dan kesenian. Bangunan itu, kata dia, diharapkan dapat menjadi pusat dari kegiatan-kegiatan yang bisa mendukung prestasi masyarakat setempat, terutama di bidang olahraga seperti bulu tangkis, tenis meja, dan kegiatan olahraga lainnya.

Tidak hanya itu, kades 2 periode itu juga mengaku ada tiga bidang yang menjadi  fokus dalam pemerintahannya. Yakni, bidang pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan sekaligus pembinaan.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Di bidang pemerintahan, ia melakukan inovasi sistem informasi yang mudah dijangkau oleh warganya. Melalui inovasi sistem informasi pelayanan tanpa batas (Sipantas), masyarakat sekitar bisa mendapatkan pelayanan administrasi kependudukan atau lainnya dengan cepat.

Sementara di bidang pembangunan, inovasinya diwujudkan melalui adanya convention hall tersebut. Sedangkan untuk bidang pemberdayaan sekaligus pembinaan,  berupa peningkatan ekonomi per kapita.

Selain itu, pihaknya juga mengembangkan wisata edukasi anak dan pemanfaatan tempat pembuangan sampah reduce, reuse, recycle (TPS 3R). Dijelaskannya, edukasi wisata anak itu, diharapkan bisa memberikan pendidikan atau pembinaan khusus kepada anak-anak sekitar.

“Untuk program lainnya, kita juga ada kegiatan sosial. Seperti ketika ada yang sakit atau yang meninggal kami bantu. Itu sebagai bentuk pendekatan kami ke warga,” ungkapnya.

Pewarta: Safira Nur Laily

Redaktur: Moh Hasanuddin

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *