Pemkab Sumenep Dukung Budidaya 10 Juta Lobster

News116 views

KABAR MADURA | Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mendukung rencana budidaya 10 juta lobster yang digagas oleh Bandar Laut Dunia (Balad) Grup, di Teluk Pangelek, Desa Saobi, Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep.

Fauzi mengaku siap membuka keran investasi dari pihak manapun, selama hal itu berdampak pada kesejahteraan masyarakat di Kota Keris. “Iya, untuk kesejahteraan masyarakat, pasti kami dukung dan terus diupayakan,” katanya, Kamis (9/1/2025).

Hal tersebut, kata Fauzi, dilakukan demi memastikan Teluk Pangelek cocok untuk budidaya lobster. Dengan begitu, dapat mendorong dan mendongkrak perekonomian masyarakat.

Oleh sebab itu, pihaknya saat ini sedang menjalin komunikasi dengan Balad Grup terkait proyek yang sudah memasuki masa uji coba, khususnya terkait kadar air di lokasi tersebut. “Kami masih melakukan uji coba kadar air terlebih dahulu,” imbuhnya.

Baca Juga:  Hari Bumi 2026, Pemkab Sumenep Tekankan Aksi Nyata Jaga Lingkungan

Diketahui, rencana budidaya lobster di Teluk Pangelek tersebut merupakan upaya pengembangan ekonomi berbasis maritim di Sumenep. Untuk itu, Balad Grup telah mempersiapkan lahan seluas 54 hektare untuk budidaya 10 juta lobster dengan sistem keramba. Setiap keramba memiliki 50 lubang yang masing-masing diisi 500 ekor baby lobster.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Owner Balad Grup Khailur E Abdullah Sahlawy menjelaskan, lahan 54 hektare tersebut akan dibagi menjadi tiga bagian. Mulai dari 20 hektare untuk budidaya 5 juta BBL, 20 hektare untuk keramba lobster dewasa berkapasitas 5 juta ekor, dan 14 hektare untuk akses jalan.

Baca Juga:  Bupati Sumenep Peringatkan Kades, Dana Desa Harus Transparan dan Tepat Sasaran

Proyek ini, kata dia, diproyeksikan bisa bernilai ekonomi hingga triliunan. Selain di teluk tersebut, pihaknya juga telah berencana memperluas area hingga ke 15 teluk di Gugusan Teluk Kangean, dengan total luas lahan mencapai 8.000 hektare untuk budidaya 500 juta ekor lobster.

Bahkan, operasi juga direncanakan akan diperluas ke Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Kepulauan Riau, Maluku, dan Bangka Belitung untuk budidaya lobster, kerapu, dan teripang pada Agustus 2025.

“Proyek ini diharapkan memberikan dampak ekonomi besar, membuka lapangan kerja, dan menjaga kelestarian ekosistem laut,” pungkasnya. (Ara/din)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *