KABARMADURA.ID | SUMENEP-Program atau pembinaan khusus batik di Sumenep tahun 2023 tidak dianggarkan. Alasannya karena ada kebutuhan lain yang dianggap prioritas, termasuk pengemasan produk UMKM.
Kepala bidang (Kabid) Industri Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Sumenep Agus Eka Haryadi mengatakan, produksi batik saat ini cenderung mandiri, artinya, pengusaha tanpa dibantu pemerintah.
“Ya, untuk tahun ini, pengembangan batik untuk memproduksi batik tidak ada anggaran,” katanya, Senin (23/1/2023).
Pengembangan secara mandiri yang dimaksud, membuat pelatihan tertentu. Harapannya, ke depan semua pengusaha batik tanpa bergantung pada pemerintah. Sehingga, anggaran dapat diperuntukkan untuk kegiatan lainnya.
“Kami saat ini sudah mengusahakan, tetapi, jika berkaitan dengan tidak adanya anggaran, maka tentu tidak berjalan maksimal,” bebernya.
Sementara itu, Didik Haryanto, pengusaha sekaligus pengrajin batik Sumenep menegaskan, pembinaan membatik memang dilakukan secara mandiri. Sehingga saat ini banyak produk unggulan hasil batik ciri khas Sumenep.
“Tidak ada bantuan dari pemerintah mengenai pelatihan membatik, bahkan produksi batik yang dikhususkan aparatur sipil negara (ASN) sudah mencapai hingga 4 ribu, dari target 9 ribu batik,” tukasnya.
Tahun 2023 ini, kebutuhan batik ASN dijanjikan selesai. Sebab, pengarajin batik sudah bertambah, kerena pembinaannya sudah dilakukan dan bisa membatik.
“Ada sekitar 300 pembatik di Sumenep yang sudah dilakukan pembinaan dan rata-rata sudah pekerja memproduksi batik tersebut,” ujarnya.
Diketahui, produksi batik tersebut akan digunakan sebagai pakaian seragam ASN Sumenep di hari Kamis dan Jumat. Batik yang diproduksi tersebut adalah batik tradisional klasik yang rata-rata pembatiknya usia tua. Sedangkan, batik yang akan digunakan di hari Kamis, adalah batik tradisional modern yang rata-rata pembatiknya kaum muda.
Menurutnya, produksi batik masih Sumenep membutuhkan ketelatenan dan butuh banyak orang, sehingga produksinya selesai pada akhir 2023.
“Harapan saya, semua ASN di Sumenep memakai batik hasil produksi khas Sumenep, agar menjadi kebanggaan tersendiri,” pungkasnya.
Pewarta: Imam Mahdi
Redaktur: Wawan A. Husna





