KABAR MADURA | Jumlah penerima bantuan sosial (bansos) di Sampang tembus ratusan ribu jiwa. Berdasarkan data terbaru dari Dinas Sosial (Dinsos) Sampang, jumlah penerima saat ini mencapai 154.206 jiwa yang tersebar di 14 kecamatan.
Rinciannya, penerima Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 60.320 jiwa dan penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebanyak 93.886 jiwa.
Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Jaminan Sosial Dinsos Sampang Erwin Elmi Syahrial, menjelaskan, penerima bansos dikategorikan ke dalam 10 desil. Menurutnya, desil satu kategori sangat miskin–yang merupakan penerima prioritas, kedua kategori miskin, ketiga hampir miskin, keempat rentan miskin, dan kelima pas-pasan.
“Sedangkan untuk desil enam sampai 10 kategori menengah ke atas, tidak termasuk prioritas penerima bansos,” katanya, Jumat (3/10/2025).
Dia menekankan, peran pendamping PKH sangat dibutuhkan untuk memastikan sekaligus melakukan pendampingan agar bansos tepat sasaran, terutama kepada keluarga miskin ekstrem.
“Tidak boleh orang kaya atau orang yang cukup mampu menjadi penerima bansos,” tegasnya.
Salah satu warga penerima bansos asal Kecamatan Tambelengan, Nuraini (45), mengaku bantuan itu sangat membantu meringankan kebutuhan hidup keluarganya.
“Kalau tidak ada bansos, mungkin kami akan lebih kesulitan, apalagi harga kebutuhan pokok sekarang semakin naik,” ujarnya.
Meski demikian, beberapa warga juga mengeluhkan sistem pencabutan keluarga penerima manfaat (KPM) dengan alasan yang tidak jelas. Mereka berharap pemerintah lebih transparan dalam menentukan KPM agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. (yan/zul)





