KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Realisasi Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) khusus madrasah aliyah (MA) masih belum ada kejelasan dari provinsi. Hingga saat ini, Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan belum mendapatkan informasi terkait bantuan tersebut.
Menurut Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah Kemenag Pamekasan Badrus Shomad, pihaknya masih belum bisa memastikan apakah tahun ini ada MA terkaver dalam bantuan tersebut atau tidak. Namun, apabila berkaca pada tahun sebelumnya, Pamekasan mendapatkan bantuan dari provinsi itu. Hanya saja, pencairannya terealisasi pada Januari 2023.
“Saya lupa berapa sekolah dan berapa anak yang dapat. Tapi, masing-masing siswa mendapatkan Rp60 ribu sekian per bulan, tidak sampai Rp100 ribu. Pencairannya di tahun berikutnya, yang kemarin cair Januari tahun 2023” ungkapnya kepada Kabar Madura, Rabu (29/11/2023).
Menurut Badrus, setiap sekolah tidak pasti akan mendapatkan program bantuan tersebut. Masing-masing kabupaten/kota hanya ada beberapa sekolah yang mendapatkannya. Selain itu, calon penerima langsung dipilih oleh provinsi.
“Sejauh ini belum ada informasi apa-apa terkait BPOPP, kalau misal tidak ada informasi hingga tutup tahun, berarti tidak ada. Karena itu murni dari provinsi yang menyeleksi, kami hanya tinggal menunggu informasi,” tukasnya.
Terpisah, Bendahara Yayasan Nurul Jadid, Bungbaruh, Istianah mengatakan, selama ini pihaknya tidak pernah mendapatkan BPOPP. Dia berharap, ke depan yayasannya itu bisa menerima manfaat dari bantuan tersebut.
“BPOPP belum pernah sama sekali, ke depan semoga dapat, untuk membantu pendanaan biaya operasional sekolah,” harapnya.
Pewarta: Safira Nur Laily
Redaktur: Sule Sulaiman





