Capaian RTH Masih Jauh dari Target, DLH Pamekasan Akui Hanya Mampu Tambah 1 Hektare Tiap Tahun 

News195 views

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Capaian ruang terbuka hijau (RTH) di Pamekasan masih di bawah target. Saat ini, hanya mencapai 10,46 persen atau 8,315 hektare dari target 41,10 hektare. Rinciannya, RTH taman 4,15 hektare dan RTH jalur hijau jalan 36,95 hektare.  

Jabatan Fungsional Pengendalian Dampak Lingkungan Muda Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan Mulyadi mengatakan, pihaknya hanya bisa menambah luas RTH sekitar 0,5 hingga 1 hektare dalam setiap tahunnya. Hal itu terjadi lantaran pemerintah kabupaten (pemkab) keterbatasan anggaran. 

“Ada dua calon lokasi untuk tahun depan; di Desa Murtajih dan areal pintu masuk Gerbang Salam. Karena itu termasuk wilayah perkotaan dan milik pemerintah,” jelasnya kepada Kabar Madura, Rabu (29/11/2023). 

Mulyadi mengungkapkan, masih belum mengetahui secara pasti terkait anggaran yang didapatkan untuk penambahan RTH pada tahun 2024 mendatang. Namun, berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, alokasi anggaran biasanya senilai Rp21 juta. Dia berharap, untuk tahun mendatang ada penanaman berupa CSR dari pihak ketiga untuk penataan lingkungan atau penghijauan. 

Baca Juga:  Polres Pamekasan Masih Tangani Tambang Ilegal, Warga Keluhkan Kerusakan Jalan dan Lingkungan

Selain karena keterbatasan anggaran, menurut Mulyadi, susahnya capaian RTH itu juga dikarenakan terbatasnya lahan pemerintah. Makanya, pihaknya menginginkan semua stakeholders dan elemen masyarakat bisa turut serta dalam pemenuhan RTH tersebut. 

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“DLH Pamekasan berdasarkan Perbup Nomor 12 Tahun 2022 diberi mandat untuk mengelola RTH taman dan RTH jalur hijau jalan. Kalau di DLH setiap tahun hanya mampu menambah 0,5 hingga 1 hektare RTH. Di bidang lain bisa 5 Ha untuk penanaman lahan kritis dan sumber mata air,” ungkap Mulyadi. 

Baca Juga:  Tambang Tidak Berizin Diminta Sedia Rp350 Juta untuk Urus UKL-UPL

Sementara itu, aktivis lingkungan, Slaman, sangat menyayangkan atas jauhnya capaian RTH dari target. Menurutnya, pemkab harus bisa menyeimbangkan penataan ruang yang di perkotaan. Slaman menyebut, pemenuhan RTH di area perkotaan sangat dibutuhkan, makanya diharapkan semua elemen masyarakat bisa bersinergi untuk pemenuhan target RTH. 

“Kalau persoalannya anggaran, saya juga bingung. Tapi, bukan berarti kita diam. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan, seperti penyeimbangan penataan ruang.  Juga sinergi untuk merealisasikan RTH, misal di sekolah-sekolah juga menerapkan RTH,” terangnya, Rabu (29/11/2023).

Pewarta: Safira Nur Laily 

Redaktur: Sule Sulaiman

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *