KABAR MADURA | Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bangkalan menggelar peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Jumat (13/2/2026). Kegiatan yang berlangsung di Teras Pena, Jalan Soekarno Hatta, Bangkalan itu dihadiri para pegiat pers serta perwakilan pemerintah daerah.
Momentum HPN kali ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi insan pers, tetapi juga refleksi atas peran strategis media di ruang publik. Ketua PWI Bangkalan Mahmud Ismail menyoroti pentingnya keterbukaan informasi dari pemerintah sebagai bentuk sikap kooperatif terhadap kerja-kerja jurnalistik.
Dia menilai, sikap tertutup yang kadang masih dipertunjukkan sejumlah pihak dapat menghambat fungsi kontrol sosial media. Sebab itu, menurutnya, sinergi yang sehat antara pers dan pemerintah harus dibangun di atas prinsip transparansi.
Selain menyinggung soal keterbukaan, Mahmud juga mengangkat isu kebebasan pers yang belakangan menguat seiring putusan Mahkamah Konstitusi nomor 145/PUU-XXIII/2025. Putusan itu dinilai menjadi angin segar bagi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik secara profesional.
“Wartawan sudah tidak perlu takut melakukan peliputan, karena kita sudah dilindungi oleh putusan MK. Tapi itu bukan berarti bertindak seenaknya tanpa mengindahkan kode etik wartawan,” tegas Mahmud.
Dia juga kembali menegaskan posisi strategis wartawan sebagai pilar keempat demokrasi. PWI Bangkalan, kata dia, tetap konsisten berada pada jalur mitra kritis pemerintah demi kepentingan publik.
“Posisi PWI Bangkalan saat ini masih tetap pada pendirian awal sejak kepengurusan dilantik, bahwa akan menjadi mitra kritis pemerintah,” imbuhnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Safi’ menekankan pentingnya independensi dan profesionalitas pers dalam mendukung pembangunan dan tata kelola pemerintahan yang baik.
“Yang benar ditulis benar, yang salah ditulis salah. Di situlah wartawan menyajikan berita yang mendidik kepada publik,” tutur Safi’.
Di sisi lain, Bupati Bangkalan Lukman Hakim memberikan apresiasi atas kontribusi wartawan dalam menyampaikan informasi kepada pemerintah daerah. Dia mengakui, tidak sedikit laporan media yang menjadi rujukan Pemda untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan.
“Informasi dari wartawan jadi rujukan untuk ditindaklanjuti, jadi harapannya wartawan ini tetap jadi mitra dan menyajikan informasi yang positif,” papar Bupati Lukman.
Peringatan HPN 2026 ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol peresmian sekretariat PWI Bangkalan yang diberi nama Teras Pena. Momen itu sekaligus menjadi penanda komitmen PWI Bangkalan dalam memperkuat ruang kolaborasi serta menjaga kebebasan pers di daerah. (km95/zul)





