Persoalan Tambang jadi Materi Khusus PWI Sumenep di HPN 2026

Berita86 views

KABAR MADURA | Dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumenep melaksanakan halaqah pers yang mengangkat isu pertambangan di Kampus Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura, Senin (09/02/2026).

Selain itu, resepsi HPN dan HUT PWI ke-80 juga digelar pada momen tersebut. Pemotongan tumpeng menjadi simbolis.

Ketua PWI Sumenep, Faisal Warid menyampaikan, peringatan HPN tahun ini dinilai akan menjadi titik penguat komitmen insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Sebab, menurutnya, perayaan HPN sebagai ruang refleksi sekaligus pengingat terhadap tanggung jawab profesi yang diemban.

“Yang jelas, ini harus menjadi stimulan untuk meneguhkan semangat kami dalam menjalankan peran, menjalankan fungsi kami sesuai kode etik jurnalistik sekaligus juga menegaskan marwah jurnalistik,” jelasnya.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Wartawan RRI itu mengatakan, tema HPN 2026 yang mengusung “Pers Sehat Ekonomi Berdaulat Bangsa Kuat” memiliki makna strategis dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. Dia menilai tema itu bukan sekadar slogan, melainkan penegasan atas posisi penting pers dalam mendukung pembangunan nasional.

Baca Juga:  Presma Ajak Mahasiswa Bersatu Bangun Kampus, DPM dan BEM KM UNIBA Madura Periode 2026-2027 Resmi Dilantik

Pers yang sehat, profesional, independen, dan berintegritas akan mampu menghadirkan informasi yang akurat, serta berpihak pada kepentingan publik. Tidak hanya itu, informasi yang disampaikan juga harus menyejukkan namun tetap kritis dan memberikan dukungan terhadap upaya membangun kemandirian ekonomi.

“Informasi yang akurat dan menjadikan informasi yang berpihak pada publik, termasuk juga informasi yang menyejukkan tapi tetap kritis. Sehingga ini juga akan mendorong terhadap ekonomi yang berdaulat,” tegasnya.

Ditambahkan Warid, ketika ekonomi berdiri secara berdaulat, maka bangsa akan menjadi kuat dan kokoh. Dalam pandangannya, kualitas pers berbanding lurus dengan kekuatan bangsa.

“Ketika ekonomi berdaulat tentu bangsa akan kuat, bangsa akan kokoh dan hebat,” lanjutnya.

Baca Juga:  Prabowo Sebut Kebocoran Uang Negara Capai Rp15 Ribu Triliun di Munas NU

Halaqah yang dilaksanakan PWI Sumenep, mengusung topik “Tambang: Antara pembangunan dan lingkungan”. Forum itu menjadi ruang diskusi publik untuk membedah dinamika pertambangan yang berkembang di tengah masyarakat.

Pasalnya, halaqah tersebut merupakan bagian dari program kerja PWI Sumenep tahun 2026. Dia menilai PWI merasa perlu hadir dan memberi perhatian terhadap isu tambang yang dinilai menimbulkan kegelisahan, khususnya dari sisi dampak lingkungan.

Di satu sisi, dia memahami bahwa sektor tambang memiliki kepentingan pembangunan nasional. Namun di sisi lain, terdapat risiko besar yang harus dipertimbangkan secara serius, terutama terkait keberlanjutan lingkungan hidup.

“Harapannya adalah, ada kesadaran bersama bahwa terdapat risiko-risiko besar yang tentu perlu diperhatikan oleh semua pihak. Tidak hanya sekarang tetapi juga di masa depan,” pungkasnya. (ara/ong)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *