Perwakilan Pamekasan Sulit Tembus Juara di Raka Raki, Ini Penyebabnya!

News159 views

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Kacong Cebbing Pamekasan selama ini susah bisa menembus sebagai juara di ajang Pemilihan Raka Raki Jawa Timur. Terakhir kali mampu menembus sebagai juara pertama pada 2015 silam. 

Pemenang Pemilihan Duta Wisata Raka Raki Jawa Timur 2015 dari Pamekasan Mohammad Rusdi mengatakan, pemberdayaan atau pelatihan yang disediakan oleh pemerintah kabupaten (pemkab) dinilai masih kurang maksimal. Sehingga dibutuhkan pembenahan untuk pemberdayaan Kacong Cebbing Pamekasan agar bisa tembus menjadi juara Raka Raki Jawa Timur. 

Dia mengaku, tingkat kemampuan soft skill putra daerah Pamekasan memang masih cukup jauh di bawah peserta raka-raki dari kabupaten/kota yang lain. Untuk itu, diperlukan mentor dari Jawa Timur langsung yang memang menguasai di bidangnya. Selain itu, menurut Rusdi, juga diperlukan penyeleksian yang lebih ketat lagi dalam pemilihan Kacong Cebbing Pamekasan. 

“Untuk pelatihan sebenarnya sudah ada dari pemkab, seperti public speaking, table manner, dan wawasan pariwisata, tapi kurang maksimal saja. Seperti waktu zaman saya dulu, satu minggu mau berangkat baru metode drill dari pemkab. Jadi memang butuh pelatihan tambahan yang bisa mengembangkan soft skill,” ungkapnya. 

Staf Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan Raju Putra Bandi mengutarakan, pihaknya memang mengalami keterbatasan anggaran dalam melakukan pemberdayaan menuju raka-raki. Namun, hal itu dianggap tidak begitu berpengaruh. Justru persoalan utamanya adalah pengetahuan soft skill peserta yang dinilai kurang mampu bersaing dengan peserta dari kabupaten/kota lain.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Rata-rata pesertanya itu adalah sudah mahasiswa, sedangkan yang dari Pamekasan masih SMA. Setiap tahun kami anggaran untuk kegiatan khusus menuju raka-raki, sekitar Rp10 juta,” terangnya. 

Menurut Raju, penilaian yang sangat berpengaruh dalam pemilihan raka raki adalah dampak dari program kerja duta wisata masing-masing daerah yang sudah dilakukan. Sedangkan di Pamekasan, dia mengaku, keberadaan duta wisata belum mampu membawa perubahan yang signifikan terhadap dunia kepariwisataan daerah. 

“Rekam jejak selama mereka menjadi duta wisata daerah juga menjadi bahan penilaian, dan di Pamekasan, kita semua tahu sendiri kondisi wisatanya seperti apa,” pungkasnya.

Pewarta: Safira Nur Laily

Redaktur: Sule Sulaiman

 

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *