Picu Kemacetan Tiap Pagi, Pasar Kaget di Bundaran Asem Manis Pamekasan Dikeluhkan

Berita98 views

KABAR MADURA | Aktivitas pasar kaget di sekitar Bundaran Asem Manis, Pamekasan, dikeluhkan warga. Pasalnya, pasar itu menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan macet, terutama pada jam sibuk masuk kerja dan sekolah. Kondisi ini disebut sudah berlangsung hampir satu tahun terakhir.

Menurut warga sekitar, Sahnan (45), kemacetan biasanya terjadi sekitar satu jam pada pagi hari, tepatnya ketika masyarakat mulai beraktivitas. Pasar kaget itu berdampak langsung pada kelancaran lalu lintas, karena lokasinya berada di jalur utama menuju perkantoran dan sejumlah sekolah di Pamekasan.

“Macet sekitar setengah tujuh sampai setengah 8,” ujar Sahnan, Kamis (15/1/2026).

Dia menjelaskan, kepadatan lalu lintas terjadi mulai dari sebelah timur Jalan Raya Pasar Pao hingga Jalan Jokotole dan Jalan Raya Talang Siring. Sahnan berharap, jalan di sekitar kawasan itu bisa diperlebar demi kenyamanan pengguna jalan.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Rina Anggita, seorang siswi SMA yang setiap pagi melintasi kawasan itu untuk berangkat ke sekolah. Dia mengaku harus ekstra berhati-hati karena kondisi jalan yang padat.

“Saya harus pelan-pelan, memang macet kalau berangkat pagi. Kemacetannya sekarang memang tambah parah,” ungkap Rina.

Sementara itu, Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Handiko Bayuadi menegaskan, pihaknya tidak memiliki kewenangan penuh terhadap pengelolaan pasar kaget di Bundaran Asem Manis. Pasalnya, pasar itu bukan termasuk wilayah yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan.

Handiko menyebut, sejauh ini Pemkab Pamekasan hanya mengelola 12 pasar rakyat, di antaranya Pasar Kolpajung, Pasar Waru, Pasar Kepo, Pasar Tujuh Belas, serta sejumlah pasar lainnya.

“Itu ranah desa, bukan kami,” tuturnya.

Baca Juga:  HIPMI Pamekasan Siap Gelar Ekonomi Fest 2026, Libatkan Puluhan UMKM dan Ekonomi Kreatif

Menanggapi persoalan itu, Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan Moh. Faridi menyebut, pasar kaget atau pasar tumpah di sekitar Bundaran Asem Manis bukan merupakan inisiatif pemerintah daerah. Menurutnya, aktivitas pasar itu diinisiasi oleh kelompok tertentu. Akan tetapi, dia tidak begitu mempermasalahkan keberadaan pasar kaget tersebut. 

“Selama tertata dengan baik tidak masalah. Saya melihat parkiran dan tempat jualannya itu sudah baik,” tegasnya. 

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menambahkan, keberadaan pasar itu sejatinya turut menggerakkan perekonomian masyarakat Pamekasan. Namun, persoalan kemacetan tetap perlu dicarikan solusi melalui penataan yang lebih baik oleh pengelola pasar.

“Tinggal soal macetnya ini perlu kita urai, bagaimana ditata lebih baik lagi oleh pengurusnya di sana, karena itu tidak masuk wilayahnya Disperindag,” lanjutnya. (km93/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *