KABAR MADURA | Produksi garam rakyat di Kota Keris sejak Januari hingga Desember 2024 mencapai 146.828,68 ton dari target 129.419,27 ton. Cuaca yang bagus menjadi salah satu faktor produksi garam melampaui target capaian yang ditentukan pemerintah setempat.
Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Sumenep Agustiono Sulasno melalui Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Budidaya Edie Ferrydianto, produksi garam di Sumenep, pada prinsipnya menjadi salah satu bisnis yang cukup menjanjikan. Menurutnya, Sumenep merupakan daerah penghasil garam yang patut diperhitungkan. Garam yang dihasilkan cukup baik.
“Alhamdulillah tahun 2024 melampaui target. Hal ini karena cuaca bagus,” katanya, Selasa (7/1/2024).
Edie Ferrydianto mengungkapkan, petambak garam di Kabupaten Sumenep masih sangat mengandalkan cuaca dan musim. Pada saat masuk musim kemarau dan cuaca bagus, jumlah produksi garam cenderung meningkat. Hal ini terjadi lantaran kristalisasi garam lebih cepat dilakukan, sehingga produksinya secara bertahap mengalami peningkatan.
Selain itu, kata dia, faktor lainnya ketersediaan lahan produksi juga menjadi pengaruh. Saat ini terdapat 1.701,43 hektare lahan produksi garam. Lokasinya menyebar di 10 kecamatan. Di antaranya Kecamatan Gapura, Kalianget, Saronggi, Pragaan, Giligenting, Talango, Ra’as, Arjasa, Kangayan dan Kecamatan Sapeken.
Mengenai Stok garam, kata Edie Ferrydianto, saat ini masih 35.195,39 ton. “Untuk tahun ini diharapkan juga terus meningkatkan produksi garam,” paparnya.
Sementara itu, Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Sumenep Juhari menegaskan, meskipun produksi garam melampaui target, dirinya masih mempertanyakan kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, sebab target capaian produksi garamnya dinilai masih sedikit.
“Harapannya, pada tahun 2025, untuk target produksi garam harus lebih banyak lagi, minimalnya 200 ribu ton. Dengan demikian perekonomian di masyarakat Sumenep lebih baik lagi,” ujarnya. (imd/din)





