Ribuan Kasus Terjadi di 2024, DPRD Sumenep Tekan Antisipasi DBD Lebih Optimal

News78 views

KABAR MADURA | Sepanjang 2024, tercatat 1.323 kasus demam berdarah dengue (DBD) dengan 10 kasus kematian di Sumenep. Kasus DBD ini mayoritas terjadi di dua kecamatan, yakni Kecamatan Bluto dan Saronggi.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep drg. Eliya Fardasah, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Achmad Syamsuri mengatakan, jumlah kasus tersebut hasil akumulasi dari semua pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang berada di Sumenep.

“Berdasarkan laporan dari 30 puskesmas se-Kabupaten Sumenep, kasus DBD mencapai 1.323 kasus dengan angka kematian sebanyak 10 orang. Itu terjadi selama 2024,” ujarnya kepada Kabar Madura, Selasa (7/1/2025).

Menurutnya, kasus DBD itu dominan terjadi di Kecamatan Bluto dan Saronggi. Namun, jumlah ribuan itu masih belum bisa dikatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB). Sebab dinilai masih dalam batas kewajaran. Dia mengungkapkan, yang termasuk KLB itu apabila dalam kurun waktu satu bulan terjadi lonjakan DBD yang signifikan, dengan angka kematian sangat tinggi.

Baca Juga:  Fraksi PDIP Sumenep Inisiasi Raperda Pembatasan Usia Media Sosial untuk Lindungi Anak

Untuk menekan penyebaran DBD, Syamsuri menyebut, saat ini pihaknya memasifkan sosialisasi melalui penyebaran pamflet dengan menggandeng lintas sektor, lintas program, kebersamaan woro-woro dengan Babinsa serta Bhabinkamtibmas dan desa.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Terpenting itu adalah peran serta masyarakat untuk paham mengenai manfaat pemberantasan sarang nyamuk (PSN),” tegasnya.

Kata Syamsuri, kini masing-masing puskesmas sudah memetakan desa mana saja yang banyak kasus DBD. Sehingga pihaknya akan fokus ke wilayah tersebut dan melakukan penyelidikan epidemiologi (PE).

Baca Juga:  DPRD Sumenep Tetapkan 31 Raperda Prioritas 2026

Sementara Anggota Komisi IV DPRD Sumenep, M Ramzi, menegaskan, kasus DBD ini setiap tahun pasti ada dan jumlah kasusnya ribuan. Maka, dia menekan instansi terkait untuk mencari solusi dan inovasi penanganan dan upaya mengantisipasi DBD.

“Indikator keberhasilan harus di bawah seribu setiap tahun. Kami minta maksimalkan pencegahan,” ungkap politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) itu. (ara/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *