KABAR MADURA | Meskipun sektor perikanan budidaya memiliki potensi besar untuk dikembangkan, namun tidak demikian dengan Pamekasan. Sebab, pada triwulan pertama 2025 produksi perikanan masih terbilang rendah. Dari target tahunan sebanyak 1.127 ton, baru mencapai sebesar 264,38 ton, atau sekitar 20 persen dari target yang telah ditetapkan.
Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Pamekasan Abd. Fata melalui Kepala Bidang Perikanan Budidaya Lutfie Asy’ari mengungkapkan, ada sejumlah kendala yang menyebabkan capaian produksi belum maksimal di wilayahnya, di antaranya karena faktor cuaca yang kurang mendukung serta keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki para pelaku budidaya ikan.
“Memang sudah biasa kalau awal tahun, capaian kita masih rendah, karena cuacanya belum mendukung,” ungkapnya, Minggu (27/4/2025).
Meskipun demikian, pihaknya optimis mampu mengejar target produksi hingga akhir tahun. Apalagi, pada tahun-tahun sebelumnya, pihaknya berhasil melampaui target yang ditetapkan.
Lutfie menyebutkan, pada 2023, misalnya, capaian produksi ikan budidaya mencapai 1.113,844 ton, melebihi target 912,93 ton. Demikian juga di 2024, capaian produksi kembali melampaui dari target pemerintah sebesar 1.123,87 ton.
Menurutnya, untuk mendorong peningkatan produksi pada 2025 ini, Diskan Pamekasan berencana akan menyalurkan berbagai bantuan kepada para pembudidaya, meliputi sarana pakan, benih ikan, obat-obatan, vitamin, serta sarana pendukung budidaya lainnya, dengan total anggaran sekitar Rp1 miliar.
“Dengan bantuan ini, kami berharap para pembudidaya ikan dapat memanfaatkannya secara maksimal, sehingga produksi ikan budidaya di Pamekasan bisa meningkat signifikan,” pungkasnya. (km62/din)





