Puluhan Desa di Bangkalan Hadapi Ancaman Kekeringan, BPBD Klaim Siapkan Skema Penanggulangan

Berita77 views

KABAR MADURA | Memasuki musim kemarau, ancaman kekeringan mulai menghantui sejumlah wilayah di Kabupaten Bangkalan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan mencatat puluhan desa masuk kategori rawan kekeringan ekstrem.

Kepala BPBD Bangkalan M. Zainul Qomar mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan skema penanggulangan untuk mengantisipasi dampak kekeringan tersebut. Saat ini, sedikitnya 26 desa yang tersebar di enam kecamatan telah dipetakan sebagai wilayah terdampak.

Sebagai langkah jangka pendek, BPBD Bangkalan akan menyalurkan bantuan air bersih langsung ke masyarakat serta menyediakan tandon air guna memastikan distribusi berjalan lancar.

“Dari data BMKG memang wilayah Bangkalan masuk daerah yang akan mengalami kemarau panjang, dan beberapa desa rawan kekeringan telah kami petakan,” ungkap dia, Selasa (7/4/2026).

Dari total desa terdampak, terdapat 17 desa yang menjadi prioritas penanganan. Di Kecamatan Geger misalnya, meliputi Desa Banyoneng Laok, Banyoneng Dajah, Katol Barat, Dabung, Lerpak, dan Kombangan.

“Kemudian di wilayah timur ada di Kecamatan Konang ada lima, Desa Durin Barat, Durin Timur, Kanagarah, Batukaban, dan Galis Dajah,” sebutnya.

Selain Konang, wilayah timur lainnya yang juga mengalami kekeringan ekstrem adalah Kecamatan Kokop dengan enam desa, yaitu Lembung Gunong, Katol Timur, Ampara’an, Durjan, Bandang Laok, dan Mano’an.

Di luar 17 desa prioritas itu, BPBD Bangkalan juga mencatat 9 desa lain yang berpotensi terdampak kekeringan selama musim kemarau. Wilayah itu tersebar di Kecamatan Tanah Merah, Arosbaya, dan Sepuluh.

Rinciannya, Kecamatan Tanah Merah meliputi Desa Pangeleyan, Padurungan, dan Tanah Merah Dajah. Kemudian Desa Batonaong di Kecamatan Arosbaya, serta lima desa di Kecamatan Sepuluh, yakni Klapayan, Gangseyan, Lergunong, Bangsereh, dan Kelbung.

Baca Juga:  84 Siswa hingga Santri di Bangkalan Jalani Perawatan Usai Diduga Keracunan MBG

Melihat kondisi tersebut, BPBD Bangkalan memastikan bahwa desa-desa prioritas akan menjadi fokus utama dalam penanganan, baik dari sisi distribusi bantuan maupun skala intervensi yang dilakukan.

Meski demikian, Zainul menyebut, ada potensi penurunan jumlah desa terdampak dibanding tahun sebelumnya. Hal itu dipengaruhi oleh mulai tersedianya sumber air alternatif di beberapa wilayah.

“Kalau dibandingkan dari tahun ke tahun, kemungkinan besar desa terdampak akan turun, sebab saat ini ada beberapa titik desa yang sudah punya Sistem Penyediaan Air Minum, salah satunya ada di Kecamatan Geger,” pungkasnya. (fik/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *