KABAR MADURA | Program kebersihan lingkungan dan kesehatan sanaitasi masyarakat Sumenep dianggarkan Rp2,4 miliar di APBD 2024. Dalam program itu, realisasinya berupa pembangunan jamban, tanki septic individual, pembangunan MCK serta lainnya.
Mengenai realisasinya, Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Dulsiam ingin agar program itu segera dikerjakan. Dia memberi jatuh tempo pada Maret mendatang sudah dimulai.
“Dinas terkait wajib menyegerakan program sanitasi yang saat ini bakal menelan dana pemerintah itu,” katanya, Selasa (16/1/2024).
Selain masyarakat banyak membutuhkan, imbuh Dulsiam, juga agar pengerjaan tahun ini tidak lewat tahun. Kemudian mengantisipasi adanya masalah dalam pengerjaan sehingga cepat tertangani.
“Ini membutuhkan keseriusan dalam pengerjaan proyek,” papar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep Eri Susanto melalui Kepala Bidang (Kabid) Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman Dedi Falahuddin mengakui bahwa program pembangunan khusus sanitasi masih belum dikerjakan, saat ini masih dalam pengerjaan.
“Proses pengajuan pada konsultan masing-masing, setelah itu akan dikerjakan selambatnya pada akhir Maret atau awal April,” ujarnya.
Pengerjaan proyek itu sudah direncanakan matang-matang. Dari anggaran Rp2,4 miliar itu, dibagi dalam 28 paket proyek. Terdapat 7 kecamatan yang jadi sasaran, yakni di Kecamatan Kalianget, Sapeken, Rubaru, Batuputih, Arjasa, Ambunten, dan di Kecamatan Gapura.
“Program sanitasi ini menyasar daerah rawan sanitasi, termasuk daerah tertinggal, khususnya daerah stunting dan miskin di Sumenep,” ucap dia.
Proyek dalam program sanitasi itu berupa pembangunan jamban, tanki septic individual, pembangunan MCK serta lainnya.
“Akan segera dilakukan, agar masyarakat cepat tidak lagi mengaluh menganai kesehatan lingkungan serta airbersih,” kata Dedi Falahuddin itu.
Pewarta: Imam Mahdi
Redaktur: Wawan A. Husna





