PWI Sumenep Tekankan PPRA dalam DJTL, Jurnalis Muda Diingatkan Soal Etika

Berita53 views

KABAR MADURA | Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumenep menekankan pentingnya Pedoman Pemberitaan Ramah Anak (PPRA) dalam kegiatan Diklat Jurnalistik Tingkat Lanjut (DJTL) yang digelar bersama LPM Retorika Universitas PGRI Sumenep (UPI), Jumat (1/5/2026).

Materi PPRA menjadi salah satu fokus utama dalam Akademi Jurnalistik tersebut sebagai upaya membekali jurnalis muda dengan pemahaman etika peliputan, khususnya dalam kasus yang melibatkan anak.

Dewan Penasehat PWI Sumenep, Moh. Rifa’i menyampaikan, jurnalis memiliki peran strategis dalam membentuk cara pandang publik terhadap sebuah peristiwa. Karena itu, ketelitian dan tanggung jawab dalam menyajikan informasi menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

Menurutnya, kesalahan dalam pemberitaan, terutama yang membuka identitas atau sisi sensitif korban anak, dapat berdampak panjang dan memperparah kondisi psikologis korban.

“Anak yang sudah menjadi korban seharusnya tidak kembali terluka karena pemberitaan. Jika aibnya dibuka, itu bisa menimbulkan trauma berulang,” ujarnya.

Ia menambahkan, kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik, Undang-Undang Pers, serta regulasi perlindungan anak harus menjadi landasan utama dalam setiap proses kerja jurnalistik.

Selain aspek etika tersebut, pelanggaran terhadap prinsip jurnalistik juga berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum sebagaimana yang telah diatur di Indonesia.

Rifa’i menilai, penguatan materi PPRA dalam forum pelatihan seperti DJTL masih sangat relevan, mengingat isu tersebut kerap terabaikan dalam pembahasan jurnalistik secara umum.

Sementara itu, peserta DJTL dari LPM Retorika UPI Sumenep, Fakhrul Kurniawan mengaku, dirinya memperoleh banyak wawasan baru dari kegiatan tersebut.

Ia menilai, materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan gambaran praktis yang dapat diterapkan saat peliputan di lapangan.

Baca Juga:  Audiensi di Gedung Dewan Pers, PWI Pusat dan MA Bahas Pedoman Media Massa dan Media Sosial Peradilan

“Materi ini sangat membantu kami memahami bagaimana bersikap dan menulis berita yang sesuai kode etik, terutama saat menghadapi peristiwa sensitif,” katanya.

Fakhrul juga berharap kolaborasi antara PWI Sumenep dan LPM Retorika dapat terus berlanjut, termasuk dalam bentuk pendampingan bagi mahasiswa saat menjalankan praktik jurnalistik.

Ketua PWI Sumenep, Faisal Warid mengatakan, bahwa Akademi Jurnalistik merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam mencetak jurnalis muda yang profesional, berintegritas, dan beretika.

Disampaikan, pihaknya membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan kapasitas jurnalistik, baik melalui pelatihan lanjutan, konsultasi, maupun kesempatan magang bersama wartawan.

“Kami terbuka bagi mahasiswa yang ingin belajar lebih jauh, termasuk jika ingin terlibat langsung dan magang bersama wartawan PWI,” tutur Warid. (ong)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *