KABAR MADURA | Aturan mengenai larangan merekam pertandingan sepak bola dari tribun belakangan ramai diperbincangkan publik. Kebijakan tersebut memunculkan pro dan kontra, terutama di kalangan pecinta bola dan jurnalis.
i-League, melalui keterangan tertulisnya, memberikan klarifikasi bahwa aktivitas produksi konten di stadion tetap diperbolehkan sepanjang bersifat nonkomersial dan tidak dimonetisasi. Aktivitas seperti mengambil foto atau video untuk kepentingan pribadi dianggap sebagai bagian dari semarak pertandingan.
Namun, untuk menjaga profesionalisme dan hak siar resmi, i-League menegaskan adanya batasan. Jurnalis di tribun media diarahkan fokus menulis laporan pertandingan, sementara fotografer profesional disediakan area khusus di pinggir lapangan.
“Mengenai pengambilan video dari tribun media oleh wartawan, saat ini i-League belum memberikan izin untuk itu. Semua hak siar sudah dikelola eksklusif oleh pemegang lisensi resmi, dalam hal ini Emtek,” tulis i-League di laman resminya.
Untuk konten kreator atau influencer, pembatasan lebih ketat diberlakukan. Alasannya, perekaman yang dikomersialkan berpotensi tumpang tindih dengan hak siar resmi.
Menanggapi hal itu, Media Officer (MO) Madura United Ferdiansyah Alifurrahman menegaskan, klub akan tetap mematuhi regulasi yang ditetapkan operator. Menurutnya, aturan tersebut bukan hal baru, melainkan sudah ada sejak beberapa musim lalu dan telah dikomunikasikan melalui workshop Media Officer.
“Untuk media tulis yang ada di tribun, mungkin bisa ambil angle foto lain seperti di konferensi pers, atau menunggu rilis foto dari Media Officer,” ujar Ferdi, Jumat (12/9/2025). (nur/zul)





