KABAR MADURA | Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Pamekasan menggelar Rapat Evaluasi Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025, Selasa (23/9/2025) di Ruang Pertemuan Hotel Cahaya Berlian.
Kegiatan tersebut dihadiri lintas sektor mulai dari Dinas Kesehatan, Bapperida, Dinas Sosial, perwakilan keecamatan, hingga perwakilan desa. Evaluasi tersebut dilakukan untuk menilai capaian program sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menekan angka stunting di Pamekasan.
Kepala DP3AP2KB Pamekasan Munapik menyampaikan, stunting masih menjadi persoalan serius yang harus ditangani bersama. Makanya percepatan penurunan stunting tidak bisa hanya dilakukan satu instansi, melainkan perlu sinergi seluruh sektor.
“Rapat evaluasi ini penting untuk mengukur sejauh mana langkah-langkah konvergensi penurunan stunting sudah berjalan. Stunting tidak hanya terkait kesehatan, tetapi juga menyangkut pola asuh, ketahanan pangan, sanitasi, hingga edukasi keluarga,” paparnya.
Ia menambahkan, target nasional penurunan prevalensi stunting menjadi 14 persen pada 2024 tapi tidak tercapai, posisinya di 19 persen. Dengan begitu, harus ditindaklanjuti dengan konsistensi program di daerah. Adapun 22,3 persen pada 2024, turun dari 25,1 persen pada 2023.
Selain itu, pihaknya juga mendorong adanya inovasi lokal, seperti kampung KB, edukasi gizi di sekolah dan pesantren, hingga gerakan masyarakat melalui seni budaya. Menurutnya, langkah kreatif itu dapat memperkuat pesan cegah stunting di tingkat keluarga dan komunitas.
“Kami berharap hasil evaluasi ini menjadi pijakan untuk memperbaiki kinerja ke depan. Dengan kolaborasi dan komitmen semua pihak, insya Allah Pamekasan bisa menurunkan angka stunting secara signifikan,” pungkasnya. (rul/nam)






