KABAR MADURA | Berbagai macam cara bisa dilakukan untuk menunjukkan kecintaan terhadap tanah kelahiran. Salah satunya dengan melestarikan bahasa daerah. Itulah yang dilakukan oleh Siti Fatimah, penggerak dalam pelestarian Bahasa Madura di Pamekasan. Usianya kini memasuki 60 tahun pada 13 September mendatang. Namun gerakannya dalam melestarikan Bahasa Madura tidak pernah pudar.
SAFIRA NUR LAILY, PAMEKASAN
Saat masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA) dulu, Fatimah mulai resah dengan kondisi sosial di sekitarnya, yang tidak lagi menerapkan bahasa lokal kepada anak-anaknya. Di situlah, ia merasa miris dengan penggunaan bahasa Madura yang mulai terkikis di kalangan orang Madura sendiri. Menyadari hal itu, Fatimah mulai memberikan layanan edukasi Bahasa Madura.
“Kami mempersilakan kepada siapa saja yang mau belajar Bahasa Madura. Misal, ada kesusahan menyelesaikan PR Bahasa Madura, kami bantu. Mau ikut lomba pidato Bahasa Madura, kami ajari,” ungkapnya, Kamis (5/9/2024).
Gerakan yang awalnya dilakukan secara mandiri itu kian tumbuh menjadi ruang lingkup yang lebih besar. Melalui komunitas Dhu’remmek, kegiatan dalam pelestarian Bahasa Madura mulai meluas. Sosialisasi inten dilakukan di setiap kecamatan. Bahkan, Fatimah juga menerapkan di sekolah tempatnya mengajar. Di setiap sudut sekolah ada unsur Bahasa Madura, mulai dari peribahasa lokal, tulisan, dan lainnya. Semua itu dilakukan untuk menanamkan cinta Bahasa Madura kepada anak-anak.
Menurut Kepsek SDN Jungcangcang 1 Pamekasan itu, Bahasa Madura memiliki nilai kesopanan dan keunikan tersendiri. Sehingga, sangat perlu untuk terus dilestarikan. Upaya Fatimah untuk itu tidak mudah. Banyak cibiran yang didapat. Sebab, kini Bahasa Madura dipandang tidak bisa membuka peluang kerja.
“Tapi syukurnya sekarang sudah banyak yang respon positif terkait Bahasa Madura, salah satunya dengan mulai banyaknya lomba-lomba berbasis Bahasa Madura,” terang ibu empat anak tersebut.
Ke depan, Fatimah berharap, di Pamekasan segera diberlakukan satu hari berbahasa Madura. Misi itulah yang saat ini dia upayakan kepada Pemkab Pamekasan, guna Bahasa Madura tetap lestari seiring berkembangnya zaman.
“Kami coba komunikasikan dengan pemkab terkait misi itu,” tukasnya. (zul)





