KABAR MADURA | Kontribusi sektor kesehatan menjadi tumpuan utama dalam pencapaian pendapatan asli daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang tahun 2025. Dari total target PAD sebesar Rp406,7 miliar, sekitar 80 persen atau senilai Rp326,7 miliar disumbang dari retribusi pelayanan kesehatan yang berasal dari fasilitas kesehatan milik pemerintah.
Data Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sampang mencatat bahwa retribusi tersebut dihimpun dari layanan rumah sakit dan puskesmas, seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Mohammad Zyn (RSMZ), RSUD Ketapang, serta sejumlah Puskesmas yang telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
“Target PAD terbesar dari pajak dan retribusi adalah retribusi pelayanan kesehatan yang diampu oleh RSMZ, RSUD Ketapang dan puskesmas, yang mana mereka semua sudah BLUD,” terang Kabid Pendapatan BPPKAD Sampang, Moh. Heldiyas Setya Risanto, Senin (28/7/2025).
Humas RSMZ Amin Jakfar menyebut, target retribusi pelayanan kesehatan yang dibebankan ke RSMZ tahun ini mencapai Rp208 miliar. Amin optimistis target tersebut dapat dicapai melalui berbagai jenis layanan yang diberikan.
“Retribusi pelayanan kesehatan di RSMZ tahun ini Rp208 M, yang didapat dari rawat inap, rawat jalan, dan pelayanan penunjang sesuai perda yang berlaku,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang, dr. Dwi Herlinda Lusi Harini, belum memberikan keterangan lebih lanjut soal kontribusi retribusi dari sektor kesehatan terhadap PAD. Saat dihubungi, ia hanya merespons singkat,
“Saya masih desk, ya mas,” jawabnya melalui pesan WhatsApp. (sub/din)





