KABARMADURA.ID | PAMEKASAN -Sedikitnya Rp2 miliar kembali dialokasikan untuk hibah masjid, musala dan yayasan tahun 2024. Tujuannya, untuk menunjang sarana dan prasarana (sarpras) yang belum optimal. Hal ini diungkapkan Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan rakyat (Kesra) Pamekasan Abrori, Selasa (28/11/2023).
Menurutnya, anggaran Rp2 miliar tersebut masih dalam pembahasan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2024. Secara nominal, dana tersebut sama persis dengan anggaran tahun 2023 kemarin. Pengalokasian dimaksud untuk mengoptimalkan sarpras masjid, musala dan yayasan yang belum tersentuh dana hibah di tahun sebelumnya.
“Yang jelas untuk penerimanya, kami kumpulkan data, kemudian dikroscek apakah sudah memperoleh bantuan atau belum, kemudian dibuat oleh staf, dari usulan yang masuk dilakukan survei, mana yang layak, mana yang tidak, baru ditentukan,” ujarnya kepada Kabar Madura.
Pihaknya menuturkan, untuk penentuan jumlah penerima nantinya akan dilakukan analisis. Sebab kurang lebih seribu pemohon bantuan dana hibah. Meski demikian, yang jelas penerima tahun 2024 mendatang tidak pernah menerima bantuan di tahun sebelumnya. Sehingga pemerataan sarpras untuk masjid, musala dan yayasan bisa tercapai.
“Kalau realisasi tahun 2023 kemarin alhamdulillah sudah tersalurkan semua. Untuk musala Rp5 juta, masjid Rp10 juta dan yayasan Rp25 juta, kemungkinan di tahun 2024 ini banyak juga yang mengajukan dana hibah,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Imam Hosairi menegaskan, anggaran Rp2 miliar untuk hibah masjid, musala dan yayasan sudah melalui pembahasan internal komisi. Terutama mengenai, kebermanfaatan darai realisasi dana hibah di tahun 2023 kemarin. Sebab penyaluran bantuan berkaitan langsung dengan masyarakat.
“Jadi harus objektif, artinya harus tepat sasaran. Yakni bantuan harus disalurkan terhadap masjid, musala maupun yayasan yang memang benar-benar membutuhkan perbaikan fasilitas,” responnya.
Pewarta: Khoyrul Umam Syarif
Redaktur: Totok Iswanto





