KABAR MADURA | Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waru, Pamekasan menyiapkan 17 tempat tidur khusus untuk pasien campak. Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi lonjakan kasus dalam beberapa pekan ke depan.
Direktur RSUD Waru, dr. Nanang Suyanto menjelaskan, fasilitas rawat inap anak sebenarnya hanya tersedia dua ruang. Namun pihaknya menambah cadangan sebanyak 15 tempat tidur tambahan untuk menghadapi kemungkinan peningkatan jumlah pasien.
“Kami takut ada yang harus rawat inap, maka kita siapkan. Di rawat inap sebanyak 17 bed, jadi sudah kami antisipasi,” terangnya.
Berdasarkan laporan terakhir, tercatat sebanyak 55 orang pernah dirawat di RSUD Waru atas diagnosa campak. Dari jumlah itu, 10 pasien masih menjalani perawatan, satu orang dirujuk ke rumah sakit lain, sementara sisanya dinyatakan sembuh.
Pasalnya, penanganan di lapangan tidak selalu mudah. Masyarakat awam kadang memaksakan keinginan sendiri, sehingga perlu edukasi tambahan kaitannya dengan pola penanganan medis yang sudah disusun pihak rumah sakit.
“Dokter spesialis anak sudah kita siapkan. Kadang memang agak repot, masyarakat awam maunya sendiri. Tapi kami sudah menyiapkan skema layanan untuk memastikan pasien tertangani,” jelasnya. (rul/ong)





