KABAR MADURA | Madura United berada di persimpangan krusial dalam lanjutan Super League 2025/2026. Hingga pekan ke-31, persaingan di zona bawah semakin memanas setelah PSBS Biak dan Semen Padang dipastikan terdegradasi. Kini, hanya tersisa satu slot degradasi dan Madura United menjadi salah satu tim yang belum sepenuhnya aman.
Laskar Sape Kerrab saat ini menempati posisi ke-15 klasemen sementara dengan koleksi 29 poin, hanya satu tingkat di atas zona merah. Situasi ini membuat setiap pertandingan tersisa menjadi sangat menentukan, termasuk laga terdekat menghadapi Bali United.
Duel penting itu akan berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Selasa (5/5/2026). Kemenangan menjadi harga mati bagi Madura United jika ingin menjauh dari ancaman turun kasta.
Di tengah tekanan itu, Presiden Madura United Achsanul Qosasi memberikan suntikan motivasi kepada skuad Laskar Sape Kerrab. Dia menegaskan, tim harus tetap fokus pada usaha maksimal dan doa dalam menghadapi situasi sulit ini.
“Saat ini kita hanya punya dua syarat: berusaha dan berdoa. Insya Allah, kita akan diberi jalan. Karena kita kuat, kita tidak sakit dan tidak menyakiti,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).
Prof. AQ, sapaan akrab Achsanul Qosasi, juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap, baik saat meraih hasil buruk maupun ketika mendapatkan kemenangan.
“Ketika kita kehilangan poin, kita tidak menyalahkan siapa pun. Ketika kita meraih poin, kita pun tidak merasa jumawa. Karena keduanya adalah fondasi dasar dalam sebuah kompetisi,” lanjutnya.
Lebih jauh, Prof AQ menekankan, perjuangan Madura United bukan sekadar soal gengsi, melainkan bentuk dedikasi untuk masyarakat Madura.
“Sepak bola Madura ini bukan untuk gagah-gagahan. Semua yang kita lakukan adalah untuk Madura. Apa pun yang terjadi, saya akan tetap berdiri tegak untuk Madura. Semua pemain bisa datang dan pergi, tetapi klub ini akan tetap ada,” tegasnya.
Untuk itu, Prof. AQ mengajak seluruh elemen tim untuk bersatu dan berjuang demi menyelamatkan klub dari degradasi.
“Kali ini, kalian harus membantu Madura agar semuanya berjalan sebagaimana mestinya. Jaya dan bersatulah, Madura-ku,” pungkasnya. (nur/zul)






