Serap Aspirasi, Anggota DPRD Jatim Banyak Dicurhati Jalan Rusak dan Gelap

Berita, Headline92 views

KABAR MADURA | Anggota DPRD Jawa Timur Harisandi Savari menyampaikan bahwa persoalan infrastruktur di Madura masih paling krusial dalam hasil reses tahun 2025–2026 di wilayah Madura. Dari enam titik yang didatangi pada masa reses, mayoritas aspirasi masyarakat bermuara pada kerusakan jalan dan minimnya penerangan jalan umum (PJU).

Menurutnya, hampir di setiap desa yang dikunjungi, masyarakat menyampaikan keluhan tentang akses jalan yang rusak, mulai dari jalan kabupaten hingga ruas jalan kewenangan provinsi. Kondisi ini, kata dia, tidak hanya mengganggu aktivitas harian warga, tetapi juga menghambat pergerakan ekonomi masyarakat.

“Hampir tiap titik selalu bicara soal jalan. Banyak yang berlubang dan belum mendapat penanganan. Ini harus menjadi fokus utama kita,” paparnya.

Baca Juga:  Satu Tahun Kepemimpinan Kiai Kholil-Sukri, Wahyu Soroti Konsistensi dan Tantangan Pembangunan Pamekasan

Selain jalan, persoalan penerangan juga muncul sebagai keluhan besar masyarakat. Dia menyebut, sebagian besar wilayah Madura masih berada dalam kondisi gelap, terutama jalur-jalur antar kecamatan yang belum memiliki PJU memadai.

“Kalau kita bicara Madura secara umum, hampir semuanya gelap total. Dari Suramadu hingga timur Sumenep. PJU ini menjadi kebutuhan mendesak,” ujarnya.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Advokasi yang dilakukan sebelumnya, yakni pembangunan PJU di jalur Arek Lancor hingga Omben, yang sudah puluhan tahun gelap. Melalui sinergi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur, pembangunan PJU akhirnya diputuskan dan dijadwalkan berjalan.

Baca Juga:  Sinergi PWI Pamekasan dan Pelukis Budi Hariyanto, Legislator Jatim: Seniman Adalah Penjaga Peradaban

“Ini bukti bahwa selain APBD, sinergi dengan dinas juga bisa menjadi jalan keluar. Harapannya masyarakat bisa memahami bahwa dalam kondisi penghematan seperti sekarang, prioritas adalah kunci,” tuturnya.

Aspirasi lain juga muncul dari masyarakat, seperti kekurangan air bersih, minimnya bank sampah, hingga keluhan petani tentang pupuk. Haris menegaskan, dua sektor; mulai jalan dan penerangan, harus tetap menjadi prioritas yang paling urgen untuk diperjuangkan. (rul/waw)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *