KABAR MADURA | Memasuki satu tahun masa pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman–Sukriyanto, kinerja keduanya mendapat apresiasi dari kalangan legislatif. Salah satunya disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Khomarul Wahyudi.
Dia menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan tetap konsisten dalam menjalankan visi pembangunan daerah yang berbasis nilai-nilai keagamaan selama setahun terakhir.
Komitmen itu, menurutnya, tercermin dari berbagai langkah yang diambil pemerintah daerah, termasuk saat bupati bersama Forkopimda menjalin komunikasi dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) berbasis keagamaan.
“Jadi tetap konsisten, meskipun untuk menaikkan APBD dan lain-lain, pemkab tetap menanamkan nilai-nilai keagamaan,” ujarnya kepada Kabar Madura, Senin (30/3/2026).
Meski memberikan apresiasi, Wahyudi juga mengakui bahwa tidak seluruh misi pembangunan yang telah dirancang dapat berjalan maksimal. Politisi muda Partai Bulan Bintang (PBB) itu menyebut, keterbatasan ruang fiskal sebagai salah satu kendala utama dalam pelaksanaannya.
“Pro kontra itu (kebijakan) lumrah, ada yang mendukung dan ada yang mengkritisi, tapi tujuannya sama untuk kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Dari sisi pemerataan pembangunan, Wahyu menilai masih belum menunjukkan progres yang signifikan selama satu tahun terakhir. Namun demikian, dia tetap mengapresiasi keterbukaan komunikasi publik yang dilakukan oleh bupati.
Menurutnya, Kiai Kholil sebagai kepala daerah cukup responsif dalam merespons berbagai aspirasi masyarakat, termasuk saat menghadapi aksi massa. Dia pun mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama mengawal jalannya pemerintahan agar tetap berada pada jalur yang diharapkan.
“Dan di kepemimpinannya yang kedua ini, bupati bisa menghidupkan lagi semangat gotong-toyong, sehingga banyak masyarakat yang gotong-royong dalam hal layanan,” ungkapnya. (nur/zul)





