Sir Muhammad, 13 Tahun Jadi Mubaligh tapi tetap Rutin Mengajar Santrinya

Berita, News130 views

KABAR MADURA | Berguna bagi agama dan nusa bangsa adalah prinsip hidup yang ditanamkan oleh KH.Sir Mohammad Robbany Ilzam Mubarok sejak kecil. Berbekal prinsip tersebut, saat ini menjadi pioner masyarakat, bahkan menjadi pendakwah.

IMAM MAHDI, SUMENEP

Selain sebagai pendiri, pria kelahiran Sumenep 05 Mei 1976 ini juga disibukkan sebagai pengasuh di Pesantren Al Madinah Al Mubarokah. Pesantren yang beralamat di Jalan Raya Dungkek Dusun Palegin, Desa Grujugan, Kecamatan Gapura tersebut sudah memiliki sekitar 258 santri.

Selain menjadi da’i/mubaligh Jawa Timur hingga Bali, juga menjadi pembimbing Ziarah Nusantara sampai Madinah Al Munawwarah. Meski aktivitasnya banyak disibukkan di pesantren dan sebagai da’i, dia tetap berikhtiar untuk memberi nafkah anak dan istrinya.

“Rizki itu dari Allah, jadi ada banyak jalan untuk mendapatkan rizki,” tuturnya, Minggu (1/11/2024).

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Sudah 13 tahun menjalani aktivitas sebagai mubaligh, namun tidak pernah mengesampingkan santrinya yang sedang menimba ilmu di pesantrennya. Selain diajarkan mengaji dan menghafal Al Quran, santrinya juga diajari berbagai keterampilan, seperti membuat kaligrafi serta kitabiyah.

Sebagian santrinya juga sudah memiliki banyak prestasi, seperti lomba membaca kitab, lomba tartil Al Qur’an serta prestasi di bidang kaligrafi Arab.

“Intinya, aktivitas saya disibukkan dengan mendidik anak-anak termasuk ilmu budi pengerti dan lainnya,” paparnya. (waw)

 

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *