KABAR MADURA | Rencana pembangunan puskesmas pembantu (pustu) di Desa/Kecamatan Pasongsongan dengan anggaran hingga Rp843 juta mendapat sorotan dari anggota Komisi IV DPRD Sumenep Siti Hosna. Proyek yang didanai dari APBD Sumenep 2025 itu didesak benar-benar berdampak terhadap peningkatan layanan kesehatan masyarakat.
Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Siti Hosna mengatakan bahwa pembangunan fasilitas kesehatan dengan anggaran hampir menyentuh angka Rp1 miliar tidak boleh sebatas proyek fisik semata.
Politisi PAN Sumenep itu meminta agar Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep memastikan fungsi pelayanan dari pustu tersebut benar-benar berjalan maksimal.
“Kalau sudah dianggarkan sebesar itu, indikator keberhasilannya harus jelas. Tidak hanya soal bangunannya selesai, tapi juga sejauh mana layanan kesehatan kepada masyarakat sekitar bisa meningkat,” ujar Hosna, Senin (30/6/2025).
Dia menambahkan, selama ini banyak pembangunan infrastruktur kesehatan yang terkesan selesai hanya di atas kertas, tapi tidak dibarengi dengan penguatan pelayanan dan tenaga medis yang memadai.
“Jangan sampai setelah selesai dibangun, malah dibiarkan kosong atau pelayanan terbatas. Ini harus diantisipasi sejak awal,” imbuhnya.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes P2KB Sumenep Moh. Nur Insan menyampaikan bahwa pembangunan pustu di Pasongsongan sudah memasuki tahapan lelang. Pustu tersebut akan dibangun di atas lahan eks bangunan puskesmas lama yang telah dibongkar total.
“Karena puskesmasnya sudah pindah ke lokasi baru, maka gedung lama kita bongkar total dan fungsikan sebagai Pustu,” kata Nur Insan.
Nur Insan menambahkan, pustu tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 158 meter persegi. Proses perencanaan sudah tuntas dan tahapan lelang sedang berlangsung untuk menentukan rekanan yang akan mengerjakan proyek.
“Kita upayakan pekerjaan bisa tepat waktu dan sesuai target, agar segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” pungkasnya. (ara/waw)





