KABAR MADURA | Laga Persepam Pamekasan kontra Pasuruan United di Babak 16 Besar Grup JJ Liga 4 PSSI Jawa Timur, Rabu (21/1/2026), menyisakan kritik. Sejumlah keputusan wasit dalam laga itu dianggap kontroversial dan memicu reaksi suporter, khususnya pendukung Persepam Pamekasan.
Salah satu momen yang paling disorot adalah keputusan wasit saat memberikan penalti kepada tuan rumah Pasuruan United. Publik menilai, pelanggaran yang terjadi tidak disertai kontak yang berarti.
Tidak hanya itu, gol Persepam Pamekasan pada menit ke-92 yang dianulir karena dianggap offside, juga menjadi kekecewaan luas dari pendukung Persepam dan dianggap tidak adil.
Salah seorang pentolan suporter Pamekasan X Fans, Septian Dwi Chandra, mempertanyakan kredibilitas sang wasit. Dia menilai, di laga itu banyak kejanggalan-kejanggalan yang terjadi.
“Terlepas dari ada mafia atau tidak, keputusan wasit Indonesia memang lucu,” ujarnya.
Sejak sebelum pertandingan, kata Yayan, sapaan akrabnya, sudah penasaran dengan Pasuruan United, sebab menjadi salah satu tim tersubur di Liga 4.
“Setelah melihat langsung permainannya melawan Persepam, justru muncul rasa curiga,” jelasnya sembari tersenyum menyindir.
Sementara itu, Asisten Pelatih Persepam Pamekasan Deddy Kurniawan mengatakan, keputusan wasit di laga itu sangat merugikan timnya. Dia menyebut, pelanggaran yang didapat seperti sengaja dibuat-buat.
Kendati demikian, Deddy mengapresiasi penampilan skuad yang dinilai tampil dengan motivasi tinggi, meski harus menghadapi berbagai situasi sulit di lapangan. Pihaknya juga memilih fokus untuk persiapan pertandingan berikutnya.
“Banyak tekanan wasit yang merugikan kita. Seperti kejadian-kejadian pelanggaran yang seharusnya tidak diberikan, tapi justru dijadikan momen pelanggaran, terutama di babak kedua,” ungkapnya. (nur/zul)





