Terbitnya IZOP MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning: Spirit Baru dalam Membangun Pendidikan Islam Humanis, dan Mendunia

Pendidikan125 views

KABAR MADURA | Lahirnya sebuah lembaga pendidikan sesungguhnya bukan sekadar hadirnya bangunan baru dalam sistem administrasi negara, melainkan lahirnya ruang peradaban yang kelak akan membentuk cara berpikir, cara merasa, dan cara hidup generasi masa depan.

Karena itu, terbitnya Izin Operasional Pendirian Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kyai Mudrikah Kembang Kuning melalui Keputusan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Nomor 244 Tahun 2026, yang ditetapkan di Sidoarjo pada tanggal 20 Mei 2026 oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Dr. KH. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd., bukan hanya peristiwa administratif kelembagaan, tetapi momentum lahirnya harapan baru bagi pengembangan pendidikan Islam di Madura dan Indonesia.

Izin operasional tersebut diserahterimakan kepada perwakilan IBS PKMKK, yakni Dr. KH. Mohammad Holis, M.Si., Ust. Abdul Qadir Maliki, M.Pd., dan Ust. Achmad Humaidi, M.Pd. di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Namun lebih dari sekadar seremoni formal, peristiwa itu sesungguhnya merupakan simbol pengakuan negara terhadap perjalanan panjang idealisme pendidikan yang dibangun dengan kesungguhan spiritual, ketekunan sosial, dan visi peradaban yang tidak sederhana.

Berdirinya sebuah madrasah bukan hanya tentang menyediakan ruang belajar, tetapi tentang menghadirkan institusi sosial yang menjadi agen transformasi budaya dan moral masyarakat. Madrasah dalam sejarah Islam tidak pernahhanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga ruang pembentukan karakter, etika sosial, dan orientasi hidup manusia. Karena itu, MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning hadir bukan sekadar sebagai lembaga pendidikan formal, melainkan sebagai ruang pembentukan generasi yang diharapkan mampu memadukan spiritualitas, intelektualitas, dan kematangan sosial dalam satu kesatuan kepribadian.

Pesan yang disampaikan Kabag TU sekaligus Plh KabidPendma Kanwil Kemenag Jawa Timur menjadi sangat pentinguntuk dibaca secara filosofis. Harapan agar MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning menjadi pelopor Madrasah Ramah Anak dan Madrasah Anti Bullying sesungguhnyamenunjukkan perubahan paradigma besar dalam dunia pendidikan Islam kontemporer. Pendidikan hari ini tidakcukup hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga harusmenghadirkan ruang aman secara psikologis bagi tumbuhkembang peserta didik.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Salah satu problem terbesar lembaga pendidikan saat ini adalah hilangnya rasa aman emosional peserta didik akibat budaya kekerasan, intimidasi sosial, dan perundungan yang sering dianggap biasa. Padahal, anak yang tumbuh dalamlingkungan penuh ketakutan akan mengalami hambatan dalam perkembangan kepribadian, kreativitas, bahkanspiritualitasnya. Karena itu, langkah MTs Kyai Mudrikah kembang Kuning yang telah memiliki SOP khusus untuk mengurangi perundungan dan anti kekerasan menunjukkan kesadaran bahwa pendidikan Islam harus hadir sebagai ruang kasih sayang dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Baca Juga:  Pimpinan DPRD Pamekasan Kagumi Produktivitas Kiai dan Santri IBS PKMKK 

Hal tersebut sangat sejalan dengan spirit Islam yang memandang manusia sebagai makhluk mulia. Dalam perspektif Al-Ghazali, pendidikan bukan hanya bertujuan mencerdaskan akal, tetapi juga menyelamatkan jiwa manusia dari kerusakan moral dan kekerasan batin. Karena itu, madrasah yang ramah anak bukan sekadar program administratif, tetapi manifestasi nilai rahmah dalam dunia pendidikan.

Kesiapan fasilitas ramah anak dan disabilitasmenunjukkan bahwa MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning sedang bergerak menuju pendidikan Islam inklusif yang menghormati keberagaman kemampuan manusia. Masyarakat yang beradab adalah masyarakat yang tidak menyingkirkankelompok rentan, tetapi menghadirkan ruang yang memungkinkan setiap individu berkembang sesuaipotensinya.

Menariknya, semangat humanistik itu tidak membuat madrasah ini kehilangan orientasi prestasi akademik. Justru sebaliknya, MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning telah menunjukkan berbagai capaian yang sangat membanggakan. Prestasi medali emas dalam Thailand International Mathematical Olympiad di Thailand dan Southeast Asian Mathematical Olympiad di Malaysia memperlihatkan bahwa santri madrasah mampu hadir dalam percakapan global ilmu pengetahuan. Ini sekaligus mematahkan stigma lama yang sering memandang pendidikan pesantren dan madrasah hanya unggul dalam ilmu agama tetapi tertinggal dalam bidang sains dan matematika.

Capaian tersebut menunjukkan adanya transformasibesar dalam identitas pendidikan Islam. Madrasah tidak lagihanya menjadi institusi reproduksi tradisi keagamaan, tetapijuga menjadi pusat produksi pengetahuan modern yang mampu bersaing di tingkat internasional. Di sinilah pentingnya take line “Maju Bermutu Mendunia” yang disampaikan oleh pihak Kanwil Kemenag Jawa Timur. Kalimat itu bukan sekadar slogan, tetapi orientasi peradaban pendidikan.

Prestasi santri dalam bidang pencak silat, bahasa asing, mata pelajaran, hingga produk pembelajaran menunjukkan bahwa pendidikan di MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning dibangun secara holistik. Pendidikan yang baik memang harus mampu mengembangkan seluruh dimensi kecerdasan manusia, yakni intelektual, emosional, sosial, spiritual, dan kinestetik. Sebab manusia tidak dilahirkan hanya untuk menjadi pintar secara akademik, tetapi juga matang secara karakter dan mampu hidup bersama orang lain secara harmonis.

Perlu dicatat dalam hal, yang sangat menarik dari MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning ini adalah capaian literasi santri yang telah menghasilkan 206 buku ber-ISBN dalamkurun waktu 4 tahun dan diterbitkan oleh penerbit nasional. Budaya menulis adalah tanda lahirnya tradisi intelektual. Masyarakat yang menulis adalah masyarakat yang sedang membangun peradaban berpikir. Dan ketika budaya literasi itu tumbuh di lingkungan madrasah, sesungguhnya sedang terjadi revolusi epistemologis dalam dunia pendidikan Islam.

Baca Juga:  Asah Kreativitas dan Kemandirian, Santri MTs-MA Kyai Mudrikah Kembang Kuning Gelar Cooking Class

Santri tidak lagi hanya menjadi konsumen pengetahuan, tetapi juga produsen gagasan. Mereka belajar bahwa ilmu bukan hanya untuk dihafal, tetapi untuk dipikirkan, ditulis, dan diwariskan kepada masyarakat. Aktivitas menulis juga membantu membentuk self identity dan keberanian intelektual peserta didik. Mereka belajar menyuarakan pikirannya dengan bertanggung jawab dan bermakna.

Pesan dari Mas Helmi selaku operator kelembagaan Kanwil Kemenag Jawa Timur mengenai pentingnya pendaftaran akun EMIS, verifikasi data lembaga, verifikasi peserta didik, dan koordinasi dengan pendma Kemenag kabupaten menunjukkan bahwa transformasi pendidikan modern juga menuntut kemampuan tata kelola berbasis data dan teknologi. Dalam dunia hari ini, lembaga pendidikan tidak cukup hanya kuat secara ideologis dan akademik, tetapi juga harus profesional dalam administrasi dan sistem informasi. Ini menunjukkan bahwa madrasah modern harus mampu mengintegrasikan nilai spiritual dengan manajemenkelembagaan yang akuntabel.

Di tengah seluruh proses itu, ucapan terima kasih Direktur Utama IBS PKMKK Prof. Dr. Achmad Muhlis kepada semua pihak yang telah mendukung terbitnya izin operasional, khususnya Kepala dan Guru MTsN 3 Pamekasan, memperlihatkan satu nilai penting dalam budaya pendidikan Islam, bahwa keberhasilan lembaga tidak pernah lahir dari kerja individual semata, ia lahir dari gotong royong intelektual, spiritual, dan sosial banyak pihak.

Rasa syukur dan penghargaan terhadap kontribusi orang lain sangat penting dalam membangun budaya kelembagaanyang sehat. Sebab institusi pendidikan yang besar bukanhanya dibangun oleh kecerdasan, tetapi juga oleh ketulusan, kolaborasi, dan saling percaya.

Berdirinya MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning bukanhanya tentang pembukaan madrasah baru, ia adalah simbollahirnya harapan baru bahwa pendidikan Islam dapat tampilsebagai ruang yang religius tetapi modern, humanis tetapikompetitif, lokal tetapi mendunia, dan spiritual tetapi tetapprogresif menghadapi tantangan zaman.

Dari ruang-ruang kelas sederhana di madrasah itu kelakakan lahir generasi yang bukan hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga matang dalam akhlak, bukan hanya mampubersaing di dunia global, tetapi juga mampu menjagakemanusiaan dan nilai-nilai ketuhanan di tengah dunia yang semakin kehilangan arah spiritualnya. (*)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *