KABAR MADURA | Enam Raudhatul Athfal (RA) di Pamekasan berpotensi tidak mendapatkan bantuan operasional pendidikan (BOP) 2024. Hal itu disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah Kemenag Pamekasan Badrus Shomad.
Dia mengatakan, untuk pengajuan BOP RA 2024 sudah mulai dijaring melalui Education Management Information System (EMIS). Yakni, madrasah mana saja yang berhak menerima BOP, langsung terpanggil secara sistem. Madrasah yang berdirinya belum melebihi dua tahun masih tergolong baru dan berpotensi tidak akan menerima BOP.
“Kami terus mengingatkan kepada setiap madrasah untuk mengerjakan EMIS-nya, memantau portal BOP-nya. Sampai di 2024 ini, kami jemput bola ke setiap madrasah,” jelasnya, Selasa (16/1/2023).
Barus menambahkan, untuk realisasi 2023 sudah dicairkan semua. Namun dalam perjalanannya terdapat salah satu madrasah hingga Desember 2023 tidak mencairkan BOP.
“BOP ini untuk membantu meningkatkan pengelolaan pendidikan di RA,” imbuhnya.
Sekadar informasi, jumlah RA di Pamekasan sebanyak 466 lembaga. Adapun nominal BOP yang diterima masing-masing madrasah berdasarkan jumlah siswanya, setiap siswa mendapatkan Rp600 ribu per tahun.
Pewarta: Khoyrul Umam Syarif
Redaktur: Sule Sulaiman





