KABAR MADURA | Kabupaten Pamekasan mengalami lima kali deflasi dan tiga kali inflasi sejak Januari hingga Agustus 2024. Secara umum, hal itu menunjukkan tren positif dalam kondisi ekonomi daerah.
Berdasarkan data di Badan Pusat Statistik (BPS) Pamekasan, deflasi pada minggu terakhir Agustus, berada di angka -1,90 persen.
Menanggapi hal itu, Akademisi Sekolah Tinggi Agama Islam Alfalah (STAIFA) Pamekasan, Istianah mengatakan, terjadinya deflasi itu menunjukan pertumbuhan ekonomi yang baik. Namun perlu digarisbawahi, apabila deflasi terus menerus terjadi, maka cukup berdampak terhadap kondisi ekonomi daerah.
“Tapi kalau melihat angka deflasi yang sekarang (-1,90 persen), itu masih aman,” ungkapnya, Kamis (5/9/2024).
Akan tetapi, jika terjadi deflasi secara tidak wajar dan terus menerus, maka berpotensi mengalami penurunan investasi. Hal itu dikarenakan kondisi deflasi cenderung membuat pelaku usaha menahan diri untuk melakukan investasi dikarenakan permintaan akan menurun.
Selain itu, juga berpotensi terhadap peningkatan pengangguran. Indikasinya, produsen akan mengalami kerugian sebab terjadi penurunan harga. Akibatnya terjadi pemutusan kontrak tenaga kerja. Oleh karenanya, pemerintah daerah diharapkan bisa menstabilkan kondisi ekonomi.
“Inflasi dan deflasi ini terjadi karena fluktuatif. Justru, jika kondisinya stagnan, maka itu akan menjadi tidak baik. Tidak ada penentuan segmentasi pasar. Di situlah peran pemkab untuk menyeimbangkan kondisi ekonomi daerah,” terangnya.
Sementara itu, Tim Statistik Harga BPS Pamekasan Handoyo mengatakan, perkembangan deflasi ataupun inflasi yang terjadi saat ini masih terbilang wajar. Menurutnya, deflasi terjadi lantaran beberapa komoditas mengalami penurunan dari bulan sebelumnya.
“Ada 20 komoditas yang dilihat berdasarkan indeks perkembangan harga (IPH), baru muncul nilai deflasinya berapa. Biasanya komoditas yang sangat mempengaruhi IPH adalah cabai rawit, beras, bawang merah, dan cabai merah,” tukasnya. (nur/zul)
INDEK PERKEMBANGAN HARGA DI PAMEKASAN
Januari; -3,22 persen (deflasi)
Februari: 1,04 persen (inflasi)
Maret: 2, 09 persen (inflasi)
April: 0,22 persen (inflasi)
Mei: -0,57 persen (deflasi)
Juni: -4,04 persen (deflasi)
Juli: -1,15 persen (deflasi)
Agustus: -1,90 persen (deflasi)
Sumber data: BPS Pamekasan.





