Tingkat Kepatuhan WP di Sampang Rendah, Jasa Raharja Merugi Rp500 Juta

News76 views

KABAR MADURA | Jumlah pajak yang masuk dengan jumlah santunan yang diberikan kepada korban kecelakaan lalu lintas di Sampang masih rendah. Hal itu disebabkan tingkat kepatuhan masyarakat khususnya para wajib pajak (WP) masih rendah.

Hingga Agustus 2025, Jasa Raharja Sampang mencatat kerugian sebesar Rp500 juta akibat tingginya klaim pembiayaan kecelakaan yang tidak sebanding dengan pendapatan pajak.

Selama delapan bulan terakhir, terdapat 102 korban kecelakaan lalu lintas yang total klaimnya mencapai Rp3.885.822.441. Namun, di sisi lain, penerimaan dari pajak hanya sebesar Rp3.331.901.650.

Baca Juga:  Pengurus MUI Sampang 2025–2030 Dikukuhkan, Diharapkan Perkuat Sinergi dengan Pemkab

Kepala PT Jasa Raharja Cabang Pamekasan Ahmad Saiful Parman membenarkan adanya ketimpangan antara pemasukan dan pengeluaran tersebut.

Dia menyebutkan, di Sampang, pengeluaran klaim yang diajukan masyarakat lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah pendapatan dari pajak tahunan kendaraan bermotor.

“Kalau terus masyarakat tidak membayar pajak, lambat laun kita juga kerepotan dalam memberikan layanan,” katanya, Selasa (5/8/2025).

Menurutnya, menutupi defisit anggaran, pihaknya melakukan subsidi silang melalui sistem pusat dengan kabupaten lain yang mengalami surplus, khususnya di wilayah Madura.

“Kita kan sistem kerjanya homogen, jadi kalau ada di kabupaten yang lain surplus bisa diambilkan dananya dari sana untuk menutupi kekurangan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kerap Dijadikan Janji Politik Kades, Bapenda Bangkalan: PBB Tanggung Jawab Pemilik Tanah

Saiful pun berharap masyarakat lebih sadar akan kewajibannya sebagai wajib pajak, khususnya terkait pembayaran Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).

“Pertama saya berharap kepada masyarakat Sampang untuk tertib berlalu lintas, kemudian masyarakat mempunyai hak untuk menerima pembiayaan apabila terjadi kecelakaan tapi juga mempunyai kewajiban setiap tahunnya membayar pajak kendaraan bermotor,” pungkasnya. (yan/din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *