KABAR MADURA | Sudah tujuh bulan, persoalan air keruh dan berbau yang didistribusikan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Trunojoyo Sampang kepada warga, hingga saat ini belum dapat diatasi.
Akibatnya, banyak masyarakat yang merasa kecewa terhadap pelayanan yang diberikan oleh perusahaan air minum plat merah tersebut.
Salah satunya, dikeluhkan Farhah, pelanggan setia air bersih PDAM Trunojoyo. Menurutnya, meski kondisi air keruh dan berbau itu sudah hampir satu tahun, pembayaran bulanan ke PDAM tetap normal. Bahkan lebih dari 6 bulanan.
“Baru 2 bulan ini, tagihan dari PDAM hanya 55 ribu. Kalau dulu, meskipun airnya keruh dan bau tetap bayar sampai 700 ribu. Mungkin karena anak saya komplain langsung ke PDAM, maka harganya diturunkan,” ujarnya, Kamis (27/3/2025).
Menanggapi hal tersebut, Kepala Satuan Pengawas Internal PDAM Trunojoyo Sampang Yazid Solihin mengatakan, dengan adanya kejadian air keruh dan berbau itu, pihaknya pemberlakuan tarif minimal dan sudah diterapkan mulai dari tanggal 25 februari 2025.
Menurutnya, berapa pun air yang digunakan oleh warga, per bulan hanya dikenakan biaya sebesar Rp47 ribu.
“Saat ini sedang pencarian sumber air baru,” timpalnya.
Perlu diketahui, berdasarkan informasi yang dihimpun Kabar Madura dari berbagai sumber, ditemukan ada sekitar 10 rumah warga di dua lokasi, tepatnya di Jalan Samsul Arifin dan Jalan Pemuda yang sampai saat ini kondisi airnya masih keruh dan berbau. (km91/sub/din)





