KABAR MADURA| Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan mencatat, terdapat puluhan bencana alam yang terjadi di penghujung hujan musim ini.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan Akhmad Dhofir Rosidi menyatakan, puluhan kejadian bencana alam tersebut berupa banjir, tanah longsor dan cuaca ekstrem yang berakibat pada robohnya sebagian rumah warga di beberapa daerah tertentu.
Atas kejadian itu, pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan dinas terkait dalam memberikan bantuan untuk meringankan beban korban.
Selain itu, bantuan juga tidak hanya mengacu pada satu barang yakni ada sembako, tapi juga perbaikan fasilitas bangunan rusak, seperti yang terjadi di Kecamatan Palengaan beberapa pekan lalu.
Dijelaskan Akhmad Dhofir Rosidi, bencana alam yang tercatat di laporan BPBD yakni bencana longsor yang terjadi di Kecamatan Waru, Palengaan dan Kecamatan Pamekasan. Penanganannya beragam sesuai dengan situasi dan kondisi seperti adanya kajian terhadap bencana yang terjadi, pembersihan material longsor dan sejenisnya.
Berbeda dengan penanganan bencana alam banjir yang terjadi di Palengaan, Jungcangcang, dan Parteker Pamekasan, BPBD melakukan penanganan secara langsung, tanpa harus adanya kajian yang sama seperti bencana alam longsor.
“Penanganannya tentu berbeda-beda, disesuaikan dengan kondisi lapangan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Akhmad Dhofir Rosidi memaparkan dari tiga kategori tersebut mayoritas disebabkan karena faktor hujan yang sangat panjang dan disertai angin kencang. Sebanyak 25 bencana alam masuk pada kategori cuaca ekstrem yang berakibat fatal seperti yang terjadi di Desa Bungbaruh Kecamatan Kadur, 5 kejadian tanah longsor dan 9 bencana alam banjir.
“Penyebabnya hampir sama karena hujan. Berdasarkan prediksi yang keluar dari BPBD, diperkirakan penghujan kali ini yang disertai cuaca ekstrem akan terjadi sebagian di bulan Maret,” paparnya.
Pewarta: Moh. Farid
Redaktur: Hairul Anam





