KABAR MADURA | Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan mencatat sebanyak 604 ton pupuk bersubsi jenis Urea yang sudah ditebus dari gudang penyanggga oleh distributor. Namun sebelum adanya penebusan tersebut sudah dilakukan evaluasi, sebab pada 2023 lalu masih ada ketidaktertiban administrasi, supaya 2024 tidak terulang.
Kepala Disperindag Pamekasan Basri Yulianto, melalui Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Siti Salehah Yuliati Amin menyampaikan, penebusan pupuk bersubsidi dari distributor kepada gudang penyangga sejauh ini tidak ada kendala, sebab sudah dilakukan pengawasan lebih ketat dibandingkan 2023, supaya layanan pupuk bersubsidi sesuai dengan kebutuhan rakyat yang sudah terdata rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).
“Dari adanya pengawasan yang dilakukan, menjadi perhatian kepada para distributor untuk lebih tertib dari sisi administrasi dan juga terdistribusi dengan baik kepada masing-masing kios,” paparnya, Kamis (15/2/2024).
Secara terperinci untuk gudang penyangga di Pamekasan tersebar di beberapa titik, yakni gudanf penyangga Galis, terdapat stok sebanyak 457,5 ton untuk jenis pupuk Urea, sedangkan pupuk bersubsidi jenis NPK terdapat 503 ton, pupuk Urea yang sudah ditebus sebanyak 143.
Gudang penyangga Larangan, pupuk bersubsidi urea stoknya sebanyak 1.474 ton, sedangkan NPK sebanyak 1.518, dengan jumlah pupuk Urea yang ditebus sebanyak 25 ton dan NPK sebanyak 25 ton.
Kemudian, gudang penyangga Nyalaran, stok pupuk urea sebanyak 1.259,2 ton, sedangkan pupuk NPK sebanyak 855 ton, adapun jumlah yang ditebus sebanyak 165 pupuk urea dan 88 ton jenis pupuk NPK.
Gudang penyangga Bugih, stok pupuk Urea sebanyak 680 ton, NPK 1073 ton, sedangkan yang sudah ditebus sebanyak 271 ton Urea, dan 162 ton NPK.
Untuk diketahui, Pemkab Pamekasan mendapat jatah 14.289 ton pupuk Urea dan 10.812 ton NPK.
“Dalam pendistribusian pupuk bersubsidi sudah ada sistem dan juga ada berita acaranya,” ujarnya.
Pewarta: Khoyrul Umam Syarif
Redaktur: Hairul Anam





