Waspadai Buka Puasa dengan Makanan Manis, Plt Direktur RSUD Smart Pamekasan Beri Tip Kesehatan saat Ramadan

KABAR MADURA | Berbuka puasa dengan makanan dan minuman manis sudah menjadi kebiasaan yang sulit dipisahkan dari suasana Ramadan. Segelas es sirup, kolak, atau jajanan manis kerap menjadi pilihan utama untuk mengembalikan energi setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Namun, di balik kenikmatannya, kebiasaan ini ternyata perlu disikapi dengan bijak.

Plt. Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan dr. Syaiful Hidayat mengingatkan bahwa konsumsi gula berlebihan saat berbuka dapat berdampak pada menurunnya kualitas kesehatan.

Dia menjelaskan, lonjakan kadar gula dalam tubuh bisa memicu peningkatan metabolisme sehingga tubuh membutuhkan energi lebih banyak dalam waktu singkat. Kondisi itu justru dapat membuat seseorang lebih cepat merasa mengantuk bahkan lemas setelah berbuka.

Baca Juga:  Pemkab Pamekasan Pastikan PPPK Paruh Waktu Dapat THR, per Orang Rp500 Ribu

“Pola pikir juga bisa mempengaruhi kondisi tubuh. Jika kita sudah berpikir lemas atau ngantuk, bisa saja itu terjadi. Begitu pun sebaliknya. Jadi menjaga mindset untuk selalu positif itu penting,” jelas pria yang akrab disapa dr. Yayak tersebut, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, pola berbuka yang tepat sangat berpengaruh terhadap kestabilan energi selama berpuasa. Dia menyarankan agar berbuka diawali dengan makanan tinggi serat seperti buah-buahan atau sayuran. Kandungan serat, lanjutnya, membantu proses pencernaan berlangsung lebih lama sehingga energi yang dihasilkan lebih stabil dan tidak cepat habis.

Selain itu, konsumsi karbohidrat saat berbuka juga perlu dikontrol. Proses pencernaan karbohidrat yang relatif cepat membuat energi terserap dan digunakan dalam waktu singkat. Jika tidak diimbangi dengan asupan lain, kondisi ini dapat menyebabkan tubuh kembali merasa lemas dalam waktu yang tidak terlalu lama.

dr. Yayak pun menganjurkan masyarakat untuk memperbanyak asupan protein serta makanan tinggi serat agar kebutuhan nutrisi tetap seimbang selama menjalani ibadah puasa.

“Kalau berbuka disarankan yang mengandung serat tinggi. Karena proses pencernaannya lama. Kurangi karbohidrat juga, karena pengelolaannya cepat. Ibaratnya, simpanan energi itu cepat habis,” tukasnya. (nur/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *