KABAR MADURA | Kasus campak tidak bisa dianggap penyakit remeh. Pasalnya, penyakit yang disebabkan oleh virus morbillivirus itu memiliki tingkat penularan yang cukup tinggi.
Penularan penyakit campak itu melalui percikan cairan tubuh dari saluran pernapasan atau droplet. Gejala campak cukup beragam, salah satunya suhu tinggi yang bisa mencapai 39 hingga 40 derajat celcius. Gejala lainnya, timbul ruam merah namun tidak gatal.
“Juga ada yang menyerang dewasa. Tapi kasus campak kebanyakan menyerang pada anak-anak, rata-rata di usia balita. Karena kekebalan tubuh orang dewasa lebih bagus,” ungkap Dokter Spesialis Anak RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan, dr. Novel Widya Saputra, Senin (7/7/2025).
Disebutkan, tingkat keparahan gejala yang diderita pasien tergantung dari masing-masing imunitas. Namun, biasanya gejala tambah parah pada anak yang belum divaksin. Bahkan gejala campak paling parah bisa mengakibatkan infeksi para-paru hingga otak.
Menurut dr. Novel, pencegahan terhadap campak itu bisa dilakukan dengan menjaga imunitas tubuh dan jaga jarak dengan penderita campak lainnya, mengingat penularan virus itu cukup tinggi.
“Yang perlu diperhatikan adalah isolasi, sebagai antisipasi agar campak tidak menular ke orang lain,” imbuh dr. Novel. (nur/zul)





