KABAR MADURA | Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura kembali menegaskan eksistensinya sebagai perguruan tinggi yang konsisten mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul dan berdaya saing.
Hal itu terlihat dalam pelaksanaan yudisium gelombang I semester genap tahun akademik 2024–2025 Fakultas Sains dan Teknologi UNIBA Madura yang berlangsung khidmat dan penuh semangat optimisme.
Rektor UNIBA Madura Prof. Rachmad Hidayat dalam keterangannya menyampaikan bahwa yudisium bukan sekadar seremoni akademik, melainkan momentum strategis untuk menegaskan kesiapan lulusan UNIBA Madura menghadapi tantangan dunia kerja dan pengabdian kepada masyarakat.
“UNIBA Madura tidak hanya mendidik mahasiswa menjadi sarjana, tetapi membentuk karakter, etika, dan kompetensi agar siap bersaing serta berkontribusi nyata bagi bangsa,” tegas Prof. Rachmad Hidayat.
Dia menambahkan, tema “UNIBA Bisa” yang diusung dalam yudisium kali ini mencerminkan optimisme dan semangat juang seluruh sivitas akademika dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Menurut Prof. Rachmad, Fakultas Sains dan Teknologi UNIBA Madura menjadi salah satu pilar penting dalam menjawab tantangan era digital dan industri berbasis teknologi. Oleh karena itu, penguatan kurikulum, kompetensi dosen, serta kolaborasi dengan dunia industri terus menjadi fokus utama UNIBA Madura.
“Lulusan kita harus punya kompetensi akademik, keterampilan praktik, serta karakter kuat. Itulah yang terus kami bangun di UNIBA Madura,” ujarnya.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen dan tenaga kependidikan yang telah bekerja dengan penuh dedikasi dalam mendampingi mahasiswa hingga berhasil menyelesaikan studinya.
Yudisium ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa UNIBA Madura terus tumbuh sebagai kampus unggulan di Madura dengan visi besar mencetak generasi profesional, berintegritas, dan siap membangun daerah.
“Dengan komitmen kuat, kami optimistis dapat terus melahirkan lulusan-lulusan terbaik yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional,” pungkasnya. (ara/waw)






